Pada hari selasa 10 September 2024 rombongan pasacasarjana IAIN Kediri tiba di kampus 1 Pascasarjana UIN Mataram dalam rangka realisasi MoU antar perguruan tinggi dalam bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian. Hadir dari rombongan IAIN Kediri para pimpinan Pascasarjana yaitu Dr. H. Anis Humaidi, Dr. H. Limas Dodi, Dr. Mohamad Zaenal Arifin, dan Dr. Andriani. Kedatangan rombongan langsung disambut oleh Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana UIN Mataram yaitu Prof. Dr. H. Fahrurrozi, M,A dan Prof. Moh. Abdun Nasir, Ph.D bersama para Kaprodi dan Sekprodi.
Dari rombongan IAIN Kediri hadir sebagai dosen tamu di beberapa program studi di Pascasarjana UIN Mataram, salah satunya di program studi Magister Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT). Dr. Mohamad Zaenal Arifin, M.HI sebagai Kaprodi Magister Ilmu al-Qur’an dan Tafsir IAIN Kediri berkesempatan menyampaikan presentasi dan didampingi oleh Sekprodi Magiter IQT UIN Mataram Dr. Abdul Rasyid Ridho, M.A di hadapan semua mahasiswa baru Angkatan ke -2 Magister Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN Mataram sebanyak 40 orang.


Dalam presentasinya menjelaskan tentang “Praktik Moderasi Beragama di IAIN Kediri. Moderasi beragama adalah pendekatan dalam beragama yang menekankan pada sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan penolakan terhadap ekstremisme. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keseimbangan antara keyakinan agama dan hak-hak serta kebebasan orang lain dalam masyarakat yang plural. Konsep ini mendorong umat beragama untuk berpegang pada ajaran agama mereka dengan cara yang tidak merugikan orang lain, serta menghindari interpretasi dan praktik yang terlalu radikal atau eksklusif.
Di samping itu juga menjelaskan kajian Living Quran yang sedang marak diperbincangkan oleh para pakar kajian tafsir Qur’an maupun Hadis dan diaplikasikan oleh mahasiswa sebagai bentuk pendekatan penelitian dalam tema-tema kajian skripsi dan tesis. Ia menjelaskna bahwa Living Qur’an merujuk pada pemahaman dan penerapan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang relevan dan kontekstual. Konsep ini menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks suci yang harus dibaca atau dihafal, tetapi juga sebagai panduan praktis yang aktif dan dinamis dalam kehidupan modern. Dalam arti mengintegrasikan ajaran Al-Qur’an dalam tindakan sehari-hari, menerapkan prinsip-prinsip moral dan etika Al-Qur’an dalam keputusan dan perilaku sehari-hari, seperti dalam cara berinteraksi dengan orang lain, menjalankan bisnis, atau menangani masalah sosial.


Dari kajian yang menarik tersebut, tentu mengundang banyak pertanyaan dari mahasiswa, diantaranya bagaimana aplikasi moderasi beragama di Indonesia_apakah tidak berlebihan ketika hadir seorang pemimpin Umat Katolik Dunia Paus Fransiskus masuk Masjid Istiqlal pada 3-6 September 2024? Bagaimana bisa terjadi angka intoleransi internal umat beragama Islam lebih tinggi dibandingkan dengan intoleransi antar umat beragama? Dan ada pula mempertanyakan tentang bagaimana aplikasinya dan ruag lingkup penerapan kajian living qur’an? Dari semua pertanyaan dijawab dengan dalil quran hadis serta narasi fakta dan informasi yang mudah dipahami oleh mahasiswa.
Dari pertemuan tersebut, selain sebagai bentuk mempererat kerjasama dalam bidang akademik dan meningkatkan eksistensi dalam bidang penelitian dan pengabdian, tentu memperkuat ikatan silaturrahim untuk terus saling berbagi ilmu pengetahuan dan saling melengkapi satu dengan lainnnya. Kemudian prosesi foto bersama sebagai akhir dari pertemuan tersebut.