Guna memacu pemahaman metodologi penelitian sekaligus mempercepat masa studi mahasiswa, Program Studi Magister Ekonomi Syariah menggelar Guest Lecture spesial dengan menghadirkan Prof. Dr. Raditya Sukmana, S.E., M.A. Beliau merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga aktif sebagai konsultan di bidang Islamic Microfinance.

Dalam forum akademik ini, Prof. Raditya membedah topik yang sangat krusial bagi akademisi masa kini, yaitu “Systematic Literature Review (SLR) dalam Pengembangan Kajian Ekonomi Syariah.”

Di hadapan para mahasiswa, Prof. Raditya menekankan bahwa membaca rekam jejak penelitian terdahulu adalah fondasi mutlak yang tidak boleh ditawar. Menurutnya, seorang peneliti mustahil dapat memetakan gap penelitian (research gap) ataupun menawarkan kebaruan (novelty) tanpa membaca banyak literatur. Padahal, kontribusi orisinal inilah yang menjadi tolok ukur utama kualitas dan bobot sebuah karya ilmiah.

Lebih jauh, ia membagikan strategi penting mengenai pentingnya membangun niche atau kekhasan bidang penelitian. Prof. Raditya menyarankan agar peneliti fokus mendalami satu topik spesifik secara konsisten—misalnya terus konsisten meneliti tentang zakat.

“Fokus pada satu tema akan membuat kajian kita jauh lebih mendalam. Lebih-lebih bagi seorang akademisi, rekam jejak penelitian yang konsisten akan memudahkan reviewer dalam memberikan penilaian saat kita mengajukan kenaikan jabatan akademik,” jelasnya. Namun, ia juga mengingatkan agar peneliti tetap selektif dan membatasi literatur berdasarkan kredibilitas serta indeksasi jurnal tempat artikel tersebut dipublikasikan.

Sebagai pemungkas acara, antusiasme peserta semakin memuncak saat Prof. Raditya membedah langsung salah satu artikel terkenalnya yang berjudul “Critical assessment of Islamic endowment funds (Waqf) literature: lesson for government and future directions”.

Artikel bereputasi tinggi yang sukses menembus Jurnal Scopus Q1 dan telah disitasi oleh ribuan penulis dunia tersebut dibedah secara gamblang, memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana metode SLR yang tepat mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak global.