Mataram, 5 November 2025 — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menambah daftar doktor baru. Hilmi Sopian (NIM 220701019), mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam, sukses mempertahankan disertasinya berjudul “Pemikiran dan Kontribusi Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat” dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Auditorium Kampus II UIN Mataram, Rabu (5/11/2025).
Sidang terbuka ini dipimpin oleh Wakil Rektor II UIN Mataram, Prof. Dr. H. M. Saleh Ending, M.A., selaku Ketua Sidang, dan Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A, selaku sekretaris sidang serta menghadirkan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., sebagai Promotor. Turut hadir para ko-promotor, penguji internal, penguji eksternal yang masing-masing adalah Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., Prof. Dr. H. Usman, M.Ag., Prof. Dr. H. Jamaluddin, M.A., Dr. Musta’in, M.Ag., Prof. Dr. H. Sainun, M.Ag., Prof. Dr. Khairul Hamim, M.A serta sivitas akademika Pascasarjana UIN Mataram.

Dalam presentasi disertasinya, Hilmi Sopian menguraikan secara komprehensif pemikiran dan kontribusi Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, tokoh perempuan ulama asal Nusa Tenggara Barat, dalam membangun sistem pendidikan Islam yang berpijak pada nilai-nilai lokal, moderasi beragama, dan pemberdayaan sosial.
Sebagai Promotor, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. memberikan apresiasi tinggi atas capaian akademik promovendus. Beliau menilai disertasi ini memiliki nilai kebaruan (novelty) karena berani mengangkat figur perempuan lokal yang selama ini jarang menjadi objek kajian ilmiah.


“Penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran tokoh lokal perempuan seperti Sitti Raihanun memiliki kekuatan transformasi yang luar biasa. Saudara Hilmi berhasil menampilkan Sitti Raihanun bukan sekadar sebagai figur historis, tetapi sebagai pelopor pendidikan Islam yang adaptif dan kontekstual,” ujar Prof. Masnun.
Beliau juga memberikan saran dan dorongan agar hasil penelitian ini dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi pendidikan Islam di daerah.
“Saya berharap hasil disertasi ini tidak berhenti di meja akademik, tetapi dapat dijadikan model penguatan pendidikan Islam berbasis nilai-nilai lokal dan kearifan gender. Ini penting untuk memperkuat wajah pendidikan Islam di NTB yang lebih moderat dan humanis,” imbuhnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, selaku Penguji Utama Eksternal, memberikan sejumlah pertanyaan kritis sekaligus apresiasi.
“Karya ini menarik karena mengangkat figur perempuan dari konteks lokal ke dalam ranah akademik nasional. Namun saya ingin tahu, sejauh mana pemikiran Sitti Raihanun berinteraksi dengan teori pendidikan Islam modern dan perannya dalam pemberdayaan perempuan?” tanya Prof. Mashudi.


Beliau kemudian memberikan masukan konseptual agar penelitian ini diperluas secara komparatif.
“Penelitian ini sudah kuat secara historis dan empiris. Akan lebih berdaya jika diperkuat dengan dialog teoretis antara pemikiran Sitti Raihanun dan tokoh-tokoh pendidikan Islam kontemporer, sehingga posisinya semakin jelas dalam peta keilmuan nasional,” tambahnya.
Setelah melalui seluruh rangkaian ujian dan tanggapan dari para penguji, promovendus Hilmi Sopian dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan.”
Sidang berlangsung khidmat dan disaksikan oleh dosen, mahasiswa Pascasarjana, serta keluarga besar UIN Mataram yang hadir memberikan dukungan moral.
Menutup ujian, Promotor sekaligus Rektor UIN Mataram menyampaikan pesan penuh makna:
“Gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab intelektual. Jadilah doktor yang menebar manfaat, menerangi masyarakat dengan ilmu dan keteladanan.”
Dengan kelulusan ini, Hilmi Sopian resmi menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Islam (Dr.), sekaligus memperkuat kiprah Pascasarjana UIN Mataram sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam berbasis lokalitas, moderasi, dan kemanusiaan.

