ROAD TO AICIS 2022: PASCASARJANA UIN MATARAM GELAR PUBLIC LECTURE TERKAIT HUKUM DAN KEARIFAN LOKAL
Ditunjuknya Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sebagai tuan rumah pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies ke-21 (AICIS XXI) Tahun 2022, maka sedari awal UIN Mataram menyemarakkan penyambuatan AICIS ini dengan agenda-agenda akdemik bertaraf internasional. Seperti agenda public lecture yang dilaksanakan UIN Mataram pada hari Jumat (9/9/2022) di Lt. 2 Gedung Akademik Pascasarjana UIN Mataram Jl. Pendidikan No. 35 Mataram.

Acara public lecture yang ditaja Pascasarjana UIN Mataram bertajuk “Local Wisdom as Legal Term” dengan pemateri Prof. Dr. Stefan Koos, guru besar dari Universitat Der Bundeswher Munchen (Jerman) yang sudah cukup lama menjadi visiting professor dan rutin memberikan kuliah di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Terlaksananya public lecture dengan mendatangkan pembicara dari Luar negeri ini selain motivasi AICIS XXI juga sebagai perwujudan visi-misi UIN Mataram dalam menyelenggarakan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bereputasi internasional.
Hadir dalam public lecture Rektor UIN Mataran Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA., Wakil Direktur Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.Ag., MA., Ph.D, Bapak-Bapak Kaprodi dan Sekprodi dan para mahasiswa program magister dan doktor Pascasarjana UIN Mataram. Acara ini dibagi menjadi lima sesi yaitu sesi pembukaan, sambutan, pembahasan topik, tanya jawab, dan sesi dokumentasi.

Direktur Pascasarjana UIN Mataram yaitu Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA. dalam sambutannya menagatakan “Welcome to Pascasarjana UIN Mataram, Prof. Stefan”. Lanjutnya, “tema kita sangat menarik Local Wisdom as Legal Term karena beliau ahli di bidang hukum. Tentunya saya sangat gembira akan adanya pertemuan seperti ini, karena juga bermanfaat untuk menambah khasanah ke ilmuan kita karena kebetulan juga Prof stefan Koos juga dari Jerman tapi pintar juga berbahasa Indonesia jadi tentunya menambah keberagam pengetahuan kita dari perspektif asia-eropa, saya berharap semoga kerjasama seperti ini akan terus berkelanjutan”.
Selanjutnya sambutan Bapak Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. sekaligus membuka acara public lecture. Mengawali sambutannya pak Rektor menyampaikan ucapan terimakasih kepada Prof Stefan sebagai narasumber atas berkenanya share ilmunya yg sangat kontekstual di UIN Mataram. Ucapan terimakasih selanjutnya kepada Bapak Direktur, Wadir dan civitas akademika pascasarjana yg terus menjaga atmosfer akademik di UIN Mataram dengan menghadirkan pemateri yg otoritaritatif di bidangnya.

“Acara ini sebagai pemanah atau road to AICIS 2022 dimana UIN Mataram sebagai tuan rumah, kita maklumi bersama bahwa AICIS merupakan konferensi tahunan yang bergengsi berskala internasional mempertemukan para pakar, peminat, akademisi, serta pengkaji ilmu-ilmu Keislaman dari berbagai mazhab pemikiran, pendekatan, ragam dan lokus kajian Islam yang dihadirkan dari seluruh perguruan tinggi nasional dan dari berbagai belahan dunia. Seperti dari Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, dan Asia Tenggara. Sehingga AICIS menjadi barometer perkembangan kajian Islam khususnya di Indonesia umumnya di dunia. Dan momen AICIS kali ini merupakan wajah UIN Mataram dan Indonesia di mata Internasional dalam bidang akademik, keagamaan, budaya, dan kemanusiaan yang harus harmonis. Maka mesti kita support bersama AICIS ini. Dan apa yang menjadi kegiatan hari ini menjadi muqoddimah dari sekian muqoddimah lainnya. Apalagi tema yang diambil sangat menarik untuk didiskusikan bahakan di forum-forum konfrensi internasional, dan Pascasarjana telah medahului ini tema yang representatif”, uangkap Bapak Rektor.
Sebagai guru besar dalam Hukum Islam, Bapak Rektor dalam kesempatan ini memberikan pemantik materi sesuai tema yang diambil “Kearifan lokal adalah pengetahuan yang dapat berasal dari masyarakat setempat yang berlaku pada suatu daerah tertentu dan akan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya dalam cara penerapannya. Kearifan lokal merupakan bukti adanya perilaku masyarakat lokal yang menunjukkan warna perilaku yang mengandung nilai, norma, adat istiadat, memiliki sifat arif, bijaksana, dan bernilai baik. disepakati bersama di suatu tempat tertentu” ujar Bapak Rektor.
Lanjur Bapak Rektor “dalam konteks hukum, pengetahuan khusus yang memungkinkan sarjana sosio-hukum, atau, lebih umum lagi, mediator budaya! yang disebut perantara budaya, untuk menemukan dan menggambarkan fakta-fakta yang relevan dengan mempertimbangkan latar belakang khusus dari penggugat dan penggugat dan untuk penggunaan pengadilan, ini disebut keahlian budaya oleh livia holden. Livia pernah menulis secara khusus tentang pengalaman hakim di Indonesia dalam menggunakan pertimbangan nilai budaya dalam putusan hakim bersama para hakim dan akademisi di UIN Sunan Kalijaga. Sehingga Indonesia pada umumnya menganut pluralisme hukum yang memiliki tiga acuan hukum, yaitu hukum positif, hukum adat, dan hukum agama. sehingga penting bagi kita untuk selalu belajar tentang kearifan lokal di berbagai daerah dan memahami berbagai konteks yang ada. Oleh karena itu, forum bersama Prof. Stefan Koos menjadi forum akademik yang sangat penting bagi kita semua”.
Kemudian untuk jalannya public lecture ini dipandu oleh moderator yang merupakan dosen UIN Mataram yaitu Aisyah. Dalam materinya Prof Stefan Koos menyampaikan tentang Kearifan Lokal atau Local Wisdom berhubung lokal wisdom di Indonesia sangat kuat seperti di Bali. Dan menurutnya, “sebenarnya lokal wisdom menarik dikaji di semua daerah di Indonesia. Semua daerah di Indonesia itu punya budaya yang istimewa yang bercampur langsung dengan hukum pemerintah, hukum agama (Islam). Memiliki relasi kuat tiga hukum tersebut di Indonesia yaitu hokum adat, negara dan agama (Islam) dengan pluralisme yang dimiliki. Dengam lokal wisdom, Indonesia memiliki hukum terintegrasi kemudian menjadi identitas hokum di Indonesia” papar Prof Stefan.
Setelah presentasi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta memberikan pertanyaan dan secara antusias menyimak jawaban dari Prof Stefan Koos. Setelah sesi tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan pemberian plakat atau cindramata oleh Bapak Direktur kepada Prof Stefan yang telah memberikan berbagi ilmu, pengalaman juga motivasi untuk mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi dokumentasi yang menandakan berakhirnya public lecture.