Universitas Islam Negeri Mataram bersama dengan Universiti Utara Malaysia membuka program kerjasama pendidikan double degree untuk studi magister. Program ini direncanakan akan mulai pada Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024. Kerjasama ini merupakan bentuk internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam yang digagas oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kementrian Agama. Proyek double degree melibatkan empat PTKIN, yaitu UIN Mataram, UIN Bandung, UIN Palembang dan UIN Ar-Raniri Banda Aceh sebagai pilot project.

Pembicaraan awal untuk kerjasama UIN Mataram dan UUM telah dilakukan di Mataram pada pertengahan tahun 2022. Pihak UUM diwakili oleh Naib Canselor Prof. Haim Hilman Abdullah dan jajarannya dari kantor International Office UMM sementara dari UIN Mataram hadir Rektor Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag, para wakil rektor, dekan, wakil dekan, direktur dan wakil direktur serta kepala unit. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama yang dituangkan dalam MoU.
Untuk merealisasikan MoU, beberapa pertemuan telah dilakukan baik antara UUM dan UIN Mataram maupun UUM dan empat PTKIN yang terlibat dalam program double degree. Tercatat lebih dari tiga kali pertemuan melalui zoom meeting untuk terus mematangkan kerjasama, terutama menyangkut teknis pelaksanaan program, seperti kurikulum, masa studi, jumlah kredit, biaya kuliah maupun lainnya.
Dalam hal ini, pembicaraan telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Misalnya telah disepakati program studi yang cocok untuk terlibat dalam proyek gelar ganda. Pihak Pascasarjana UIN Mataram sebagai eksekutor program ini dari UIN Mataram mengajukan empat prodi; yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Menejemen Pendidikan Islam (MPI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Ekonomi Syariah (ES).Sementara dari pihak UUM diwakili oleh College of Arts and Social Science (CAS) dan College of Bussiness (COB).
Tiga Prodi Pascasarjana yaitu PAI, MPI dan KPI selaras dengan program Master of Education, Education Management dan Managerial Communication. Sedangkan Prodi ES relevan dengan Masters of Islamic Finance and Banking pada College of Bussiness. Inilah prodi-prodi baik di Pascasarjana UIN Mataram maupun UUM yang akan terlibat dalam program double degree.Pembicaraan lain yang sudah mendekati final adalah tentang waktu kuliah, syarat dan jumlah kredit. Pembukaan pendaftaran dan syarat-syaratnya akan dimulai setelah penandatangan MoU pada Bulan April 2023 dan perkuliahan mulai Bulan September 2023.
Pendaftar program double degree yang terseleksi akan memulai perkuliahannya di UUM selama satu tahun atau tiga semester sesuai latar studinya dengan prodi yang akan diambil dengan menghabiskan total 42 kredit. Nama matakuliah dan kreditnya juga telah disesuaikan antar masing-masing prodi di atas. Semua matakuliah selama setahun (tiga semester) di UUM akan ditransfer ke Pascasarjana UIN Mataram dan mahasiswa melanjutkan serta menyelesaikan satu tahun berikutnya (dua semester) di Mataram.
Final paper yang ditulis oleh mahasiswa di UUM akan dibimbing oleh satu dosen pembimbing utama dari UUM dan satu dosen dari Pascasarjana UIN Mataram. Paper inilah yang diharapkan akan ditulis lebih panjang dan serius dalam proposal untuk tesis di Pascasarjana. Masa studi tahun kedua di Pascasarjana UIN Mataram, mahasiswa akan mengambil kredit ujian komprehensif, ujian proposal dan tesis dengan total 12 SKS.
Tesis akan dibimbing oleh pembimbing utama dari Pascasarjana dan pembimbing kedua dari UUM. Dengan demikian total kredit yang diambil di UUM dan Pascasarjana UIN Mataram berjumlah 54. Penambahan kredit matakuliah dimungkin di Mataram jika dianggap keharusan untuk penyelesaian program magister yang baik.Sebagai finalisasi dari proyek double degree adalah penyusunan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA). Selama tiga hari, Kamis-Sabtu 9-11 Februari 2023, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementrian Agama mengadakan Rapat Koordinasi Penguatan Kerjasama Internasional untuk menyamakan persepsi isi kerjasama dan menuangkannya dalam dokumen resmi yang mengikat.Dalam sambutannya, Direktur Diktis Prof. Dr. H. Zainul Hamdi, M.Ag, menegaskan bahwa UUM termasuk kampus muda di Malaysia akan tetapi perkembangannya cukup signifikan.
Sampai saat ini, UUM masuk dalam 500 World Top Universities, sementara di Malaysia masuk tiga besar kampus terkemuka.Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani menegaskan bahwa Kementria Agama sangat serius dalam mendorong PTKIN menjadi world class university. Salah satunya melalui kerjasama double degree dengan menyiapkan dana beasiswa yang memadai. Prof. Ali Ramdhani juga mendorong kerjasama yang lebih luas lagi di luar format double degree UUM dan empat PTKIN yang sedang digagas. Misalnya double degree yang multi-disiplin dengan mengambil bidang studi berbeda di PTKIN dan PT Luar Negeri sehingga alumni program ini memiliki dua ijazah dalam bidang yang berbeda.
Inilah bagian dari tantangan ke depan serta isu-isu kerjasama lainnya antara perguruan Indonesia dan luar negeri.Rakor dihadiri perwakilan dari PTKIN seluruh Indonesia. Dari UIN Mataram, yang hadir adalah Wakil Direktur Pascasarjana Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.A., Ph.D., mewakili Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Fahrurrozi dan Dr. Muhammad Yusuf, M.S.I., yang mewakili Wakil Rektor III Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A.Dalam sesi presentasi masing-masing dari empat PTKIN, Prof. Nasir dan Dr. Yusuf menjelaskan gambaran isi MoA dan IA serta poin-poin yang dicakup didalamnya. Dokumen ini akan menjadi landasan hukum dan operasional pelaksanaan program double degree antara UUM dan Pascasarjana UIN Mataram.