Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram terus memperluas penguatan jejaring akademik dan transformasi pendidikan tinggi Islam melalui kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Provinsi Bali. Salah satu agenda strategis dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Bali pada Rabu sore, 6 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi lokasi ketiga dalam rangkaian sosialisasi PMB Pascasarjana UIN Mataram di Bali. Kehadiran tim sosialisasi yang terdiri atas Dr. Dahlia Bonang, Dr. H. Abdul Aziz, Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni, serta Fauziah, M.Pd. disambut langsung oleh Ketua STAI Denpasar Bali, Dr. KH. Arjiman, M.Pd. didampingi jajaran pimpinan kampus yang terdiri atas Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta Kepala Bagian Tata Usaha.
Dalam sambutannya, Arjiman menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian berkelanjutan Pascasarjana UIN Mataram terhadap pengembangan perguruan tinggi Islam di Bali. Ia menegaskan bahwa hubungan akademik antara STAI Denpasar Bali dan UIN Mataram telah berlangsung cukup lama dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan kelembagaan kampus.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kopertais Wilayah XIV yang dibina oleh UIN Mataram, STAI Denpasar Bali memperoleh banyak dukungan dalam pengembangan akademik, tata kelola, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pascasarjana UIN Mataram yang selama ini terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada STAI Denpasar Bali. Dukungan tersebut berdampak besar terhadap perkembangan lembaga kami. Saat ini program studi kami telah berkembang menjadi lima program studi, termasuk pembukaan Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI). Bahkan kami sedang mengajukan transformasi kelembagaan menjadi institut berdasarkan arahan dan pembinaan dari UIN Mataram,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran tim sosialisasi sangat relevan dengan kebutuhan dosen, mahasiswa, dan alumni STAI Denpasar Bali yang memiliki minat besar untuk melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral.
Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan di aula kampus dan dihadiri puluhan peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan civitas akademika STAI Denpasar Bali. Dalam sesi pemaparan, Ketua Tim Sosialisasi, Dr. Dahlia Bonang, menyampaikan bahwa kegiatan PMB bukan sekadar agenda promosi akademik, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kolaboratif, inklusif, dan berdaya saing.
Ia menegaskan bahwa Pascasarjana UIN Mataram terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan sosial dan kebutuhan masyarakat profesional, terutama di kawasan Bali Nusra atau kawasan Timur.
Selanjutnya, Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni memaparkan profil sebelas program studi yang dikelola Pascasarjana UIN Mataram, yakni Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Keluarga Islam (HKI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ekonomi Syariah (ESY), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Pendidikan Matematika, serta Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, dan Studi Islam.


Selain itu, dijelaskan pula mengenai sistem perkuliahan yang fleksibel melalui model offline, hybrid, dan online, sehingga memungkinkan mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas profesional sambil melanjutkan studi. Pascasarjana UIN Mataram juga menawarkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman akademik dan profesional calon mahasiswa.
Sementara itu, Abdul Aziz menjelaskan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PMB Pascasarjana UIN Mataram. Informasi lengka dapat diakses melalui: PMB Pascasarjana UIN Mataram. Sedangkan informasi terkait skema pembayaran dan ketentuan administrasi dapat diakses melalui: Informasi PMB Pascasarjana UIN Mataram.
Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan melalui Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara akademik sebagai instrumen untuk menjaga kualitas input mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram.
Terlihat antusiasme yang tinggi dari peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah pertanyaan disampaikan oleh unsur pimpinan kampus dan mahasiswa terkait fleksibilitas perkuliahan, peluang studi lanjut, sistem pembelajaran hybrid, hingga potensi kolaborasi akademik antara STAI Denpasar Bali dan Pascasarjana UIN Mataram.
Sebagian peserta menyatakan ketertarikan untuk melanjutkan studi melalui sistem hybrid learning agar tetap dapat menjalankan tugas akademik dan pengabdian di Bali. Selain itu, peserta juga berharap kolaborasi yang selama ini terjalin antara UIN Mataram dan STAI Denpasar Bali dapat terus diperluas, khususnya dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat penguatan jejaring intelektual dan kolaborasi akademik lintas wilayah. Dalam konteks ini, Pascasarjana UIN Mataram dinilai mampu memainkan peran strategis sebagai motor pengembangan pendidikan tinggi Islam yang moderat, transformatif, dan berorientasi global.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pembagian brosur PMB, ramah tamah, dan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol penguatan sinergi kelembagaan dan komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

