Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram terus memperluas penguatan jejaring akademik dan transformasi sumber daya manusia keagamaan melalui kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Provinsi Bali. Setelah menyasar berbagai lembaga pendidikan dan institusi keagamaan, kali ini sosialisasi dilaksanakan di Kementerian Haji dan Umrah Kota Denpasar pada Kamis pagi, 7 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pascasarjana UIN Mataram dalam memperkuat akses pendidikan tinggi Islam berbasis profesionalisme, moderasi beragama, dan pengembangan kompetensi aparatur pelayanan publik keagamaan di Indonesia.

Kehadiran tim sosialisasi Dr. Dahlia Bonang, Dr. H. Abdul Aziz, Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni, serta Fauziah, M.Pd. disambut hangat oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Denpasar, bersama Kepala Seksi Haji dan Umrah serta seluruh pegawai di lingkungan kantor tersebut.
Dalam sambutannya, Kasi Haji dan Umrah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan Pascasarjana UIN Mataram. Ia menjelaskan bahwa kantor tersebut baru menempati gedung baru sekitar satu bulan terakhir sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan dan penyesuaian organisasi.
Menurutnya, kehadiran institusi akademik seperti Pascasarjana UIN Mataram menjadi energi positif dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kultur intelektual di lingkungan pelayanan haji dan keagamaan.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Tim Pascasarjana UIN Mataram. Kementerian ini masih dalam tahap penyesuaian karena kelembagaannya relatif baru. Namun, di tengah proses tersebut, kehadiran tim akademik dari UIN Mataram menjadi keberkahan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Dalam pemaparannya, Ketua Tim Sosialisasi, Dr. Dahlia Bonang, menyampaikan bahwa sosialisasi PMB bertujuan memberikan informasi komprehensif kepada calon mahasiswa mengenai program studi yang tersedia di Pascasarjana.

Selanjutnya, Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni memaparkan profil sebelas program studi yang dikelola Pascasarjana UIN Mataram. Sementara itu, Dr. H. Abdul Aziz menjelaskan bahwa menjelaskan sistem perkuliahan yang tersedia melalui skema offline, hybrid, dan online yang memungkinkan mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas pekerjaan sambil melanjutkan pendidikan tinggi. Pascasarjana UIN Mataram juga menghadirkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bentuk inovasi akademik yang mengakomodasi pengalaman profesional dan kompetensi kerja calon mahasiswa.
Dalam sesi diskusi dan sharing sebagian kepegawaian menunjukkan ketertarikan terhadap model pembelajaran hybrid yang dinilai mampu menjawab kebutuhan aparatur dan pegawai yang tetap harus menjalankan tugas pelayanan publik sambil melanjutkan studi.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pembagian brosur PMB, ramah tamah, dan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol penguatan silaturahmi akademik dan kolaborasi kelembagaan antara Pascasarjana UIN Mataram dan institusi pelayanan keagamaan di Bali.


