Pascasarjana UIN Mataram menggelar workshop Perumusan Visi, Misi, Tujuan, Dan Strategi (VMTS). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di Hotel Grand Legi Mataram, pada hari Selasa 12 April 2022.
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 40 orang, terdiri dari Pimpinan UIN Mataram, Pimpinan Pascasarjana, Ketua dan Sekertaris Prodi magsiter dan doktoral, LPM UIN Mataram, tim Gugus Mutu Pascasarjana, Stakeholder dan mitra kerja Pascasarjana diantaranya UNU NTB, UNW Mataram, IAI Nurul Hakim dan IAIQH Bagu, serta tim akademik Pascarjana UIN Mataram.

Hadir dalam workshop sebagai keynote speaker Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, M.A., pelaksana kegiatan Wakil Direktur Prof. Mohamad Abdun Nasir, MA., Ph.D., sekaligus sebagai ketua panitia dan narasumber antara lain, Prof. Dr. Mahsun, M.S. Guru Besar Tetap bidang Linguistik Universitas Mataram (UNRAM) dan Prof. Dr. Suprapto, M.Ag. Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram (UIN Mataram) priode 2017-2021.

Ketua panitia Prof. Mohamad Abdun Nasir, MA., Ph.D., dalam laporanya menyampaikan kegiatan workshop merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu review kurikulum Pascasarjana karena di dalamnya terdapat visi, misi, tujuan dan strategi. “Di tengah bulan puasa ini kita dapat melaksanakan workshop rumusan Visi Misi Tujuan dan Strategi (VMTS). VMTS menjadi penting karena sebagai penentu arah kebijakan dan program pengembangan Pascasarjana dengan demikian kegiatan ini diharapkan menghasilkan kurikulum terbarukan”, jelas Prof. Nasir.

Selanjutnya Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, M.A Direktur Pascasarjana UIN Mataram dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjadi keharusan visi misi Pascasarjana turunan dari visi misi UIN Mataram. Demikian juha, nantinya visi misi prodi-prodi magister dan doktoral harus tersusun dari turunan visi misi Pascasarjana. “Visi misi institusi harus mampu kita breakdown di tingkat Pascasarjana dan prodi, kesamaan ini akan dibedakan oleh distingsi masing-masing prodi. VMTS yang kita akan susun harus benar karena VMTS ini tidak ubahnya niat dalam konsep beribadah dalam agama yaitu innamal a’malu binniyat, bila niat yang berwujut VMTS ini salah maka yang lain akan salah. Agar kesalah itu terhindar maka kita hadirkan Narasumber yang berkompeten dalam penyusunan VMTS yang akan membimbing kita nantinya”, terang Prof. Rozi.

Kemudian Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan workshop mengapresiasi Pascasarjana yang melaksanakan kegiatan VMTS. Pak Rektor menyampaikan visi UIN Mataram yaitu UIN Mataram menjadi universitas yang berdaya saing internasional dengan integrasi keilmuan dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul. Menurut Rektor, visi tersebut yang akan diterjemahkan oleh Pascasarjana nantinya. Pak Rektor pun menegaskan gambaran umum tentang penyusunan VMTS yang akan disusun tidak menyimpang dari ketentuan dan arah pengembangan UIN Mataram. “Visi Misi UIN Mataram disusun berdasarkan pedoman yang sudah disusun dari Kementrian Agama RI yang diterjemahkan lagi dalam RIP UIN Mataram 2021-2025, selanjutnya diterjemahkan dalam Renstra UIN Mataram, terus diterjemahkan dalam Renop hingga lahir Visi Misi UIN Mataram, demikian hirarki penyususnan VMTS di tingkat UIN Mataram. VMTS UIN Mataram selanjutnya harus diturunkan ke Fakultas, Pasacsarjana, Jurusan dan Program Studi. Untuk keseragaman pemahaman kebawah maka LPM UIN Mataram membuat rambu-rambu strandar VMTS untuk menjadi acuan”, jelas pak Rektor.

Pemateri pertama Prof. Dr. Mahsun, M.S. yang dimoderatori Dr. Ribhan, M.Pd. memaparkan tentang Rancangan dan Perumusan VMTS Pascasarjana. Prof. Mahsun yang pernah menjabat kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI banyak menyampaikan materi terkait kurkulum dan penyusunan visi, misi dan strategi. Setelah memamaparkan materi, Prof. Mahsun dengan keahliannya dalam bidang linguistik memberikan masukan-masukan terhadap draf VMTS yang telah disusun oleh Pascasarjana. Diantara masukan tersebut berkaitan teknis penggunaan kata dalam tatabahasa dan substansi dalam struktur kalimat yang diinginkan sehingga menjadi perbaikan tersusunnya VMTS.



Pada sesi pertama ini setelah Prof. Mahsun memaparkan materi beberapa peserta memberikan pertanyaan tentang VMTS seperti yang disampaikan Dr. H. Dedi Wahyudin, MA Kaprodi S2 PBA yang menanyakan urgensi perubahan VMTS karena setiap ganti pimpinan selalu diikuti dengan perubahan VMTS padahal dalam perubahan VMTS hanya berubah kata secara redaksi namun terkadang tidak merubah substansi. Berikutnya Dr. Mohamad Iwan Fitriani, M.Pd. kaprodi S3 PAI mempertanyakan pedoman baku penyusunan VMTS karena setiap akreditasi ditemukan beragam arahan asesor yang terkadang bertentangan satu dengan yang lainnya. Menjawab pertanyaan tersebut, Prof. Mahsun menyampaikan baiknya VMTS itu dirubah sesuai batas target bukan dipengaruhi oleh kepentingan politik karena VMTS itu bukan untuk mempengaruhi sehingga harus “bombastis” namun mencapai mimpi yang terukur secara berkelanjutan dengan filosofi berdiri di atas punggung raksasa yang menghargai historis (refensi). Adapun pedoman penyusunan VMTS memang saat ini beragam tidak ada yang baku sehingga kedepannya perlu penyeragaman agar tidak terjadi perbedaan penilaian baik di tingkat kementrian, BANPT atau instansi lainnya.
Setelah draft rumusan visi, misi, tujuan dan strategi (VMTS) Pascasarjana berhasil direvisi narasumber, tahap selanjutnya adalah meminta tanggapan dan masukan dari seluruh stakeholder baik dari internal maupun eksternal Pascasarjana. Tanggapan dimulai oleh Dr. Abdul Quddus, M.A sebagai anggota tim gugus mutu Pascasarjana. Dia menyampaikan bahwa huruf S pada VMTS maksudnya adalah Strategi bukan Sasaran sesuai di matrik akreditasi. Masukan lainnya menginginkan visi Pascasarjana terkandung di dalamnya visi keilmuan (saintific). Selanjutnya Menurut Dr. Muhammad Thohri, M.Pd. Kaprodi S2 MPI pada Misi poin 1 mengusulkan agar menghilangkan kata “Mutakhir” dan diganti dengan kekinin. Sedangkan Dr. H. Kadri, M.Si. mengusulkan menghilangkan kata mutakhir pada Visi Pascasarjana karena ada kata Kemajuan yang sudah mencukupi maksud mutaakhir, sehingga menjadi menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Pascasarjana yang berbasis riset serta mengintegrasikan secara keilmuan yang sepadan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kekinian. Terakhir Dr. H. Badrun, M.Pd mengusulkan memasukkan kata maju pada misi poin 3 agar integratif tidak hanya dalam hal moralitas saja tapi ikut juga non moralitas seperti ekonomi dan lainnya, sehingga menjadi, Melaksanakan dan meningkatkan pengabdian berbasis riset untuk mewujudkan masyarakat yang maju, moderat dan berkeadaban. Usulan semua pihak disampaikan hingga rampung dan ditetapkan VMTS Pascasarjana UIN Mataram.
Salanjutnya sesi kedua materi lanjutan tentang Rancangan dan Perumusan VMTS Prodi-prodi Pascasarjana dengan narasumber Prof. Dr. Suprapto, M.Ag. Mengawali pemaparannya Prof. Suprapto menyampaikan tentang kreteria visi-misi yang baik sesuai matrik akreditasi kemudian membahas draft rumusan visi, misi, tujuan, dan strategu (VMTS) prodi-prodi yang ada di Pascasarjana UIN Mataram. Sama seperti sesi pertama, sesu meminta tanggapan dan masukan dari seluruh stakeholder baik dari internal maupun eksternal Pascasarjana terhadap usulan VMTS dari masing-masing prodi.
Sesi tanggapan dan usulan perbaikan dimulai melihat VMTS S2 PAI, Prof. Suprapto menulis VMTS yang baru dengan mempertimbangkan masukan-masukan, sehingga ditetapkan Visi Prodi S2 PAI, “ Menjadi Program Studi yang Berdaya Saing Internasional dalam Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Agama Islam secara integrative Multidisipliner dalam Mewujudkan Masyarakat yang Saleh, Moderat, Cerdas dan Unggul”. Dengan disepakatinya visi tersebut otomatis dapat menjadi template visi untuk prodi-prodi yang lain. Hanya nanti dapat dibedakan oleh cantuman distingsi masing-masing prodi di visinya. Demikian teknis yang berlanjut hingga tuntas VMTS 7 prodi yang ada di Pascasarjana UIN Mataram.
Workshop yang berlangsung dari pagi sampai sore menghasilakan penetapan VMTS Pascasarjana Dan Program Studi Pascasarjana UIN Mataram berkat masukan dari berbagai pihak selanjutnya akan disusun oleh Tim Ad-Hoc penyusun VMTS Pascasarjana UIN Mataram yang akan dibahas kembali pada rapat final Tim Ad-Hoc penyusun VMTS Pascasarjana UIN Mataram. Kemudian, acara workshop ditutup langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Mataram. Dalam closing statmentnya, beliau mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan oleh semua pihak, dosen, user/stakeholder sehingga terselasaikannya VMTS Pascasarjana Dan Program Studi Pascasarjana UIN Mataram.