Dalam rangka memperkukuh nama pesantren dan kajian islam, Institusi Agama Islam An Nawawi Purworejo mengadakan “Internasional Conference on Pesantren and Islamic Studies” dengan tema “Pesantren as a basis for islamic studies in the changing Indonesian Conteks: The Exsistence and Development of Pesantren in The Era Of Artificial Intelligence“. Kegiatan ini dilakukan di kampus IAI An Nawawi Purworejo Jawa Tengah pada hari Kamis 6 Juni 2024. Kegiatan Tersebut dilakukan dalam rangka mempertajam pengetahuan tentang pesantren dan menambah wawasan tentang kajian Islam. Selain itu juga, sebagai wadah untuk membangun jaringan, membentuk kolaborasi, serta memunculkan ide-ide baru tentang masalah generasi bangsa saat ini. Begitu yang disampaikan oleh Rektor IAI An Nawawi ketika sambutan:

This event is not just about listening and sharing knowledge but also about building networks, expanding insights, and fostering Collaboration” 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 perguruan tinggi ataupun institusi pendidikan dari seluruh Indonesia, ada juga dari luar negeri, yaitu kalangan kampus dari Nigeria dan Kairo (Mesir). Ke-40 perguruan tinggi atau institusi pendidikan yang mengikuti kegiatan ICoPIS ini antara lain: IAI An-Nawawi Purworejo, IAIN Kediri, IAIN Parepare, IAINU Kebumen, Indonesian International Islamic University (UIII) Depok, Institut Agama Islam Al Qodiri Jember, Institut Teknologi Bandung, Institut Ummul Quro Al Islami Bogor, MA An-Nawawi Purworejo, Ma’had Aly Lirboyo Kediri, UIN Mataram,  National Research and Innovation Agency (BRIN), PC RMINU Purworejo, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, Pondok Pesantren Yaqutun Nafis Banjarnegara, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah Lamongan, STAI Imam Asy Syafii Pekanbaru, STAI Nahdlatul Ulama Purworejo, STIT Nurussalam OKU Timur SUMSEL, STIT Tunas Bangsa Banjarnegara, Sultan Ageng Tirtayasa University (UNTIRTA) Banten, Swadaya Gunung Jati University (UGJ) Cirebon, UAD Yogyakarta, Ull Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, Universitas Darunnajah Jakarta, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dan Universitas Qomaruddin Gresik.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan dua tahapan yaitu seleksi paper secara online dan presentesasi paper dengan metode Hybrid. Pada saat seleksi paper secara online yang dimulai pada tanggal 20 Maret 2024 hingga 7 Mei 2024. 219 peserta yang mendaftar dan yang diterima hanya 92 presenter.

“Yang sudah nulis paper diundang untuk selanjutnya di publish di prosiding international dan jurnal bereputasi”( Ujar Daimah, Ketua Panitia)

Salah satu presenter yang datang langsung ke IAI An Nawawi Purworejo adalah mahasiswa S2 UIN Mataram jurusan Manajemen Pendidikan Islam atas nama Hendy Aldian. Hendy Aldian adalah mahasiswa semester 2 yang banyak menulis karya tulis ilmiah. Pada event tersebut, Hendy adalah satu-satu nya presenter yang mempresentasikan dua paper sekaligus. Diantara dua paper tersebut berjudul 1) Analysis Of The Relationship Between Policies And The Quality Of Islamic Education (Comparative Study At Ma Darul Ulum Beraim And Sma It Yarsi Mataram), 2) Prophetic Leadership: An Alternative Model Of Sustainable Regeneration To Overcome The Leadership Crisis In Islam. Dua paper tersebur adalah hasil penelitian dari Hendy selaku peneliti bersama dosen Pasca Sarjana UIN Mataram. Paper pertama membahas tentang kebijakan dan mutu pendidikan islam, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi komperatif, sedangkan paper ke dua membahas tentang model alternative dalam menghadapi krisis kepemimpinan dengan model prophetic leadership. menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research.

Kegiatan yang dilakukan pada hari Kamis 6 Juni tersebut, dimulai pada jam 7.30 WIB dengan 3 sesi, antara lain: sesi pertama adalah sesi pembukaan, pada sesi ini ada sambutan-sambutan, antara lain dari Ibu Hj. Khoirun Nisa, M.S.I. (Rektor of IAI An Nawawi Purworejo), Bapak K.H. Achmad Chalwani, M.H. (Chairman of The Senate IAI An Nawawi Purworejo), dan Bapak Dr. Waryono Abdul Ghafur, M. Ag. (Director of Diniyah Education and Pesantren). Setelah sesi pertama, dilanjutkan sesi kedua yaitu plenary dengan dua sesi. Plenary Session 1 dimulai dari jam 10.00-11.45 WIB dengan 3 pemateri, yaitu Dr. K.H. Abdul Ghaffar Rozin, M. Ed. (Chairman Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah), Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati (Imam of Al Aqsa Mosque Palestine), dan Dr. K.H. Mahsun, M.Ag. sedangkan plenary session 2 di isi oleh 3 pemateri, yaitu Amal Ahmed Mohammed Al Anesi (Yamen Sana’a University), Dr. Suyatno Ladiqi (University Sultan Zainal Abidin Malaysia), dan Dr. Muhajir, S.H.I, M.S.I. (Dosen IAI An Nawawi Purworejo). Tema yang diangkat dari 2 sesi tersebut adalah “Pesantren as a basis for islamic studies in the changing Indonesian Conteks: The Exsistence and Development of Pesantren in The Era Of Artificial Intelligence”.

Setelah plenary selesai, dilanjutkan dengan parallel Session. Pada parallel session ini, 86 presenter akan mempresentasikan paper nya dalam waktu 10 menit dengan 15 menit sesi tanya jawab.

Hendy Aldian yang mempunyai 2 paper harus mempresentasikan di tua tempat, karena dua paper pertama tentang pendidikan, sedangkan paper ke dua tentang pesantren. Sehingga harus berada di dua ruangan yaitu ruang 12 dan ruang 13. Pada ruangan 12 Hendy mendapatkan kesempatan ke dua untuk mempresentasikan paper nya dan mendapatkan sambutan yang baik dari juri dan presenter lainnya. Setelah selesai di ruang 12, Hendy juga mempresentasikan paper nya di ruang ke 13 dengan maksimal dan mendapatkan sambutan yang baik. Alhamdulillah nya di akhir ketika pengumuman presenter terbaik. Hendy Aldian menjadi presenter terbaik (best presenter) pada kegiatan tersebut. Ini menjadi motivasi yang sangat besar untuk hendy sendiri untuk terus berkembang dan maju lebih baik dari sebelumnya. Dan motivasi bagi yang lain, untuk terus menggali potensi dan mencari pengalaman serta relasi yang banyak untuk kemajuan diri.

Gambar 3. Presentasi pertama

Gambar 4. Presentasi kedua

Gambar 5. Best presenter

“Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan tentang pesantren dan kajian islam, tetapi satu hal yang penting adalah menambah relasi. Bertemu dengan orang baru dari tempat yang berbeda-beda memberikan kesan tersendiri, yang pastinya ini akan terus memancing saya untuk mengikut berbagai event lainnya di kesempatan yang akan datang” (Hendy Aldian)

Gambar 6. UIN Mataram bersama Mah’ad Aly Lirboyo Kediri dan Universitas Qomaruddin Gresik