Prestasi membanggakan diraih oleh para mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram pada Konferensi Internasional INCOILS ke IV yang diadakan di Balikpapan, Kamis-Sabtu, 28-30 Nopember 2024. Konferensi tahunan yang diseleggarakan oleh Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) dimaksudkan untuk mewadahi gagasan dan hasil riset mahasiswa Pascasarjana PTKI seluruh Indonesia serta mendiseminasikan hasil riset secara luas dalam bentuk konferensi dan publikasi ilmiah.

Dalam konferensi ini, 14 artikel dari civitas akademika Pascasarjana terseleksi untuk dipresentasikan dalam beberapa panel dan tema yang beragam, mulai pendidikan Islam, language and literature, Syariah dan ekonomi Islam, tafsir-hadis, politik Islam, komunikasi dan sosiologi, agama dan sains, tasawuf, filsafat dan sejarah Islam.
Tercatat sebanyak lima orang peserta dari Pascasarjana UIN Mataram meraih penghargaan sebagai Best Presenters untuk tiap panel/kategori. Jumlah ini merupakan terbanyak diantara peserta dari Pascasarjana lainnya yang memperoleh kategori best presenters. Capaian ini menunjukkan kualitas paper yang sangat baik serta kecakapan mahasiswa Pascasarjana dalam mempresentasikan gagasan, ide dan hasil risetnya.



Presenter dan judul artikel yang memperoleh kategori presenter terbaik tersebut adalah (1) Muhammad Zaki Dan H. Zulyadain [Prodi IQT] dengan judul “Fana’ Dan Baqo’ Menurut Prespektif Al-Alusi: Telaah Penafsiran Al-Alusi Dalam Tafsir Ruh Al-Ma’ani”, (2) Ahmad Ahyani [Prodi KPI] judul artikel “Konvergensi Komunikasi Dalam Pembangunan Keluarga Kampung Berkualitas Di Propinsi Nusa Tenggara Barat”,

Peserta berikutnya adalah (3) Asriati Aulia Malik [Prodi PAI] dengan judul artikel ”Innovation in Akidah Akhlak Curriculum Development Based On Props”, (4) Selfi Lutfa Utami [IQT] dengan judul artikel ”Antara Cinta dan Iman tentang Pernikahan Beda Agama: Analisis Qs Al-Baqarah ayat 221 dalam Perspektif Sayyid Qutb” dan (5) Nurusshobah [Prodi IQT] dengan judul artikel “Pernikahan Dini: Perspektif Tafsir Al-Munir dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Kesehatan
Mental”.
Kegiatan FORDIPAS-INCOILS dihadiri oleh perwakilan Pascasarjana PTKI seluruh Indonesian dan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Idris Samarinda Prof. Dr. Zuqoni, didampingi Ketua Fordipas Prof. Dr. Akhya dari Pascasarjana UIN SATU Tulung Agung, Sekretaris Fordipas Prof. Dr. H. Fahrurrozi, dari Pascasarjana UIN Mataram, Prof. Dr. Ilyasin, dari UIN Samarinda.

Konferensi tahunan dengan tema “Religion, Humanity and Global Justice: Contributions of Islamic Discourses for Sustainable Peace” ini menghadirkan beberapa plenary sessions dengan narasumber dalam dan luar negeri. Sesi pertama membedah tema tersebut bersama tiga narasumber, yaitu Prof. Sahiron (UIN Yogyakarta), Prof. Zulkifli (UIN Jakarta) dan Prof. Nurdin (UIN Palu). Isu ini dianggap sangat urgent untuk didiskusikan secara mendaam mengingat eskalasi konflik global yang meningkat.

Isu-isu akademik dan kepascasarjanaan mendapat atensi mendalam dan secara khusus dibahas dalam plenary session kedua. Tema ini dibedah oleh tiga orang narasumber, yaitu Prof. Wahid Murni (UIN Malang), Prof. Muhyar Fanani (UIN Semarang) dan Prof. Eka Sri Mulyani (UIN Aceh) yang secara khusus menyoroti Permendikbudristek No. 53 tahun 2023, yang mengharus pengelola pascasarjana melakukan restrukturasi kurikulum.