Pada tanggal 15 Mei 2023, telah dilaksanakan kegiatan literasi IT dalam penulisan karya ilmiah di Ruang Kuliah Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa program studi Magister PAI yang berminat untuk meningkatkan kemampuan literasi IT guna mendukung penulisan karya ilmiah berkualitas. Narasumber dalam kegiatan ini adalah dosen Magister PAI UIN Mataram Dr. Yusuf, M.Pd.

Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan pentingnya literasi IT dalam era digital dan perkembangan dunia ilmiah. Mahasiswa diperkenalkan pada peran teknologi informasi dalam proses penelitian dan penulisan karya ilmiah yang semakin relevan dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi.
Sesi berikutnya berfokus pada alat bantu penulisan karya ilmiah berbasis IT. Mahasiswa diberikan pengenalan dan demonstrasi mengenai penggunaan software manajemen referensi seperti Zotero dan Mendeley untuk mengelola daftar pustaka dengan lebih efisien. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman tentang pemanfaatan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word dan fitur-fitur yang dapat mempermudah penulisan karya ilmiah.

Sumber daya online juga menjadi fokus penting dalam kegiatan literasi IT ini. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai basis data ilmiah online seperti Google Scholar dan Scopus untuk mencari jurnal dan artikel yang relevan dengan topik penelitian mereka. Selain itu, mereka juga diajarkan cara mengakses repositori institusi dan sumber daya akses terbuka untuk mendapatkan referensi dan data penelitian secara efektif.
Aspek etika dan plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah juga turut menjadi bahasan dalam kegiatan ini. Mahasiswa diberikan pemahaman tentang etika dalam penulisan karya ilmiah, termasuk pentingnya menghormati hak cipta dan memberikan kredit pada sumber referensi dengan benar. Mereka juga diperkenalkan pada alat deteksi plagiarisme guna memastikan orisinalitas karya ilmiah yang dihasilkan.
Hasil dari kegiatan literasi IT dalam penulisan karya ilmiah ini sangat positif. Mahasiswa berhasil memahami pentingnya literasi IT dan teknologi informasi dalam mendukung penulisan karya ilmiah. Mereka menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat bantu penulisan dan software manajemen referensi, yang diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan kualitas karya ilmiah mereka.

Selain itu, mahasiswa juga berhasil mengakses dan memanfaatkan berbagai sumber daya ilmiah online secara efektif. Dengan demikian, kegiatan ini membekali mereka dengan kemampuan untuk mendapatkan referensi dan data penelitian dengan lebih cermat dan terpercaya.
Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang etika dalam penulisan karya ilmiah, sehingga diharapkan akan berdampak positif pada integritas akademik mereka. Dengan menggunakan alat deteksi plagiarisme, peserta kini dapat memastikan orisinalitas dan keaslian karya ilmiah yang dihasilkan.
Secara keseluruhan, kegiatan literasi IT dalam penulisan karya ilmiah ini berhasil memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan penulisan karya ilmiah di era digital. Diharapkan kegiatan serupa akan terus diadakan untuk terus meningkatkan literasi IT dan kualitas karya ilmiah di kalangan mahasiswa dan peneliti.