International Conference on Islamic Law and Society (INCOILS) merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia dan didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Tahun 2024 ini menjadi tahun ke-11 Silaturahmi Kerja Nasional Forum Direktur Pascasarjana (Sialknas FORDIPAS) dan tahun ke-4 penyelenggaraan INCOILS. Dengan tujuan sebagai wadah diseminasi dan wadah publikasi jurnal nasional dan internasional sekaligus untuk upgrade pengetahuan dalam memberikan stimulan bagi para dosen dan mahasiswa dengan berdialog level nasional dan internasional secara lintas keilmuan dan lintas disiplin keilmuan melalui keterlibatan seluruh stake holder Pascasarjana se-PTKIN di Indonesia yang tergabung dalam FORDIPAS, dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri, yaitu Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta serta Perguruan Tinggi Islam di Dunia dari kalangan akademisi dan peneliti yang memiliki perhatian terhadap isu-isu global dalam perspektif Islam.

Tuan Rumah Silaknas FORDIPAS XI dan INCOILS IV 2024 ini adalah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang acara berlangsung selama 4 (empat) hari dari hari kamis-Ahad, 28 November – 1 Desember 2024 di Gran Senyiur Hotel. Jl. ARS.Mohammad 07 Balikpapan, Kalimantan Timur yaitu di derah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan mengangkat tema besar Religion, Humanity, and Global Justice: Contributions of Islamic Discourses for Sustainable Peace. Pentingnya tema yang diangkat untuk menjawab tantangan global saat ini, seperti ketimpangan sosial, konflik antarbangsa, dan kebutuhan mendesak akan perdamaian berkelanjutan serta kontribusi Islam dalam membangun keadilan global dan harmoni kemanusiaan.

Urgensi terma tersebut memperkuat pesan-pesan ajaran Islam yang menekankan prinsip moderasi, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan berkelanjutan. Nilai-nilai Islam bukan hanya relevan untuk umat Muslim, tetapi juga berkontribusi pada solusi global yang melibatkan para pemikir dan cendekiawan muslim se- Nusantara dari Sabang sampai Marauke yang terhimpun dalam Forum Direktur Pascasarjana PTKIN- PTKI se-Indonesia. Melihat Forum Pascasarjana ini merupakan kumpulan guru besar/profesor yang berlatar keilmuan yang multi dan transdisiplinary.

Acara dihadiri oleh seluruh Direktur Pascasarjana PTKIN, Direktur Pascasarjana PTKIS dan berbagai akademisi dari dalam dan luar negeri telah mengirimkan artikelnya. Sedangkan dari UIN Mataram yang hadir adalah Direktur, Wakil Direktur dan seluruh Kaprodi dan Sekprodi yang ada di lingkungan Pascasarjana UIN Mataram, mereka hadir aktif mengikuti acara dari pembukaan sampai penutupan yang berlangsung 4 hari tersebut.

Dalam kegiatan internasional ini, Pascasarjana UIN Mataram, mengikutseratakan Direktur, Wadir dan semua Kaprodi- Sekprodi Pascasarjana dan juga mengikutsertakan mahasiswa mahasiswi yang lulus seleksi Papernya untuk dipresentasikan di even internasional ini. Alhamdulillah ada 6 mahasiswa-mahasiwi yang terpilih sebagai presenter terbaik dan artikel terbaik.

Pada acara pembukaan, atas berhalangnya Mentri Agama RI dalam membuka acara pada hari Ahad (28/11) karena berbagai kesibukan, acara secara resmi dibuka Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, yang mewakili Mentri Agama RI.

Dalam sambutannya, Prof. Zurqoni saat membuka acara mendukung Program Pascasarjana melakukan penguatan akademik dan harapkan kegiatan ini dapat menghasilkan rujukan ilmiah yang berkualitas untuk pengambilan kebijakan nasional dan internasional, terutama di bidang hukum, sosial, dan hubungan antaragama. Prof. Zurqoni juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bangsa dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan perdamaian. Ia juga yakin Islam memiliki potensi besar dalam memberikan solusi untuk tantangan global.

“Melalui forum ini, kami berharap terwujud kontribusi nyata dalam menciptakan harmoni antarbangsa dan keadilan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama ketua FORDIPAS, Prof. Dr. Akhyak, M.Ag., dalam sambutannya sampaikan bahwa kegiatan ini akan menghasilkan artikel-artikel terbaik untuk diterbitkan di dalam Jurnal FORDIPAS. Beliau juga mengajak para dosen khusunya Ketua Prodi di Program Pascasarjana untuk terus aktif berpartisipasi mengirimkan artikel terbaiknya di event INCOIL selanjutnya dan berharap ini dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya ada 5 (lima) agenda utama Silaknas FORDIPAS XI dan INCOILS IV berdasarkan penuturan sekretaris FORDIPAS, Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA. Direktur Pascasarjana UIN Mataram yaitu Presentasi karya ilmiah mahasiswa dari hasil seleksi 257 paper, Panel Session pembicara dari luar negeri yaitu Turkey, Libia, Mesir dan USA., Panel Session pembicara dari PTKIN, Panel Session pembicara FORDIPAS, dan Rekomendasi Silaknas FORDIPAS XI.

Aganda Pertama, Presentasi karya ilmiah mahasiswa berlangsung secara offline dan online karena ada peserta yang hadir presentasi langsung dan lainnya melalui zoom meeting. Sebanyak 257 Paper disubmit terbagi menjadi 14 Venue yang terdiri dari 10 Presenter dan 1 pembahas. Dari hasil presentasi ratusan mahasiswa tersebut ditetapkan 14 presentator dan artikel terbaik untuk diberikan penghargaan oleh FORDIPAS.

Dalam momen ini mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram yang ikut berpartisipasi mempresentasikan artikelnya sebayak 14 artikel dari tema yang beragam, mulai pendidikan Islam, language and literature, Syariah dan ekonomi Islam, tafsir-hadis, politik Islam, komunikasi dan sosiologi, agama dan sains, tasawuf, filsafat dan sejarah Islam. Dan tercatat sebanyak lima orang peserta dari Pascasarjana UIN Mataram meraih penghargaan sebagai Best Presenters untuk tiap panel/kategori. Jumlah ini merupakan terbanyak diantara peserta dari Pascasarjana lainnya yang memperoleh kategori best presenters. Capaian ini menunjukkan kualitas paper yang sangat baik serta kecakapan mahasiswa Pascasarjana dalam mempresentasikan gagasan, ide dan hasil risetnya.


Presenter dan judul artikel dari mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram yang memperoleh kategori presenter terbaik tersebut adalah (1) Muhammad Zaki Dan H. Zulyadain [Prodi IQT] dengan judul “Fana’ Dan Baqo’ Menurut Prespektif Al-Alusi: Telaah Penafsiran Al-Alusi Dalam Tafsir Ruh Al-Ma’ani”, (2) Ahmad Ahyani [Prodi KPI] judul artikel “Konvergensi Komunikasi Dalam Pembangunan Keluarga Kampung Berkualitas Di Propinsi Nusa Tenggara Barat”. Peserta berikutnya adalah (3) Asriati Aulia Malik [Prodi PAI] dengan judul artikel ”Innovation in Akidah Akhlak Curriculum Development Based On Props”, (4) Selfi Lutfa Utami [IQT] dengan judul artikel ”Antara Cinta dan Iman tentang Pernikahan Beda Agama: Analisis Qs Al-Baqarah ayat 221 dalam Perspektif Sayyid Qutb” dan (5) Nurusshobah [Prodi IQT] dengan judul artikel “Pernikahan Dini: Perspektif Tafsir Al-Munir dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Kesehatan Mental”. (6) Rohiman (Prodi S2 ES) dengan judul Artikel: Perilaku Konsumen di Era Marketing 6.0 Perspektif Maqashid Syariah, (7) BAIQ SUFIA KASIH (Prodi S2 ES) dengan judul Artikel: CURRENCY REDENOMINATION SUCCESS IN DEVELOPING COUNTRIES: ITS RELEVANCE TO INDONESIA FROM AN ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE, (8) Ayu Rosita Anggraini (Prodi S2 ES) dengan judul Artikel: Development of Creative Economy-Based Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara Province.
Agenda kedua Panel Session pembicara dari luar negeri yaitu Turkey, Libia, Mesir, Jepang dan USA., dengan ragam tema yang membicarakan tentang perdamaian dunia. Yaitu The Ambassador of Japan in Jakarta; Mr. Masaki Yasushi (Paper: Fostering Global Climate Justice: A Lesson from Japan), The Ambassador of Australia in Jakarta Ms. Penny Williams (Paper: Indonesia-Australia Partnership in Education: Future Prospects), The Ambassador of German in Jakarta Ms. Ina Ruth Luise Lepel (Paper: Muslims in Europe: A German Perspective and Scholarship on Islam) dan The Ambassador of Turki in Jakarta Mr. Askin Asan (Paper: Exploring Ottoman Archives: A New Window for Islamic Studies).

Agenda ketiga Panel Session pembicara dari PTKIN, membahas tentang dinamika, peluang dan tantangan pendidikan Islam dan kelembagaan Islam di PTKI dengan menghadirkan emapt narasumber utama yang berasal dari Empat PTKIN terkemuka. Yaitu Prof. Dr. Zulkifli, MA Director of Graduate School of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. (Director of Graduate School of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Prof. H. Nurdin, S.Pd., S.Sos., M. Com., Ph.D ( Director of Graduate School of UIN Datokrama Palu) dan Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.Ag Vice Director of Graduate School of UIN Mataram). Isu ini dianggap sangat urgent untuk didiskusikan secara mendaam mengingat eskalasi konflik global yang meningkat.

Agenda keempat Panel Session pembicara FORDIPAS, membahas tentang eksistensi Pascasarjana PTKIN dan PTKI seluruh Indonesia, Isu-isu akademik dan kepascasarjanaan mendapat atensi mendalam dan secara khusus dibahas dalam plenary session kedua. Tema ini dibedah oleh empat orang narasumber, yaitu Prof. Dr. H. Ilyas Husti. M.A. (Directur of Graduate School of UIN Sultan Syarif Kasim Riau), Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.A. (Director of Graduate School of UIN Alaudin Makassar), Prof. Dr. H. Zaenudin, M.A. (Director of Graduate School of UIN Pontianak) dan Prof. Dr. H. Fahrurrozi, M.A (Director of Graduate School of UIN Mataram/ Secretary of FORDIPAS).

Selain itu, sesi panel berikutnya tentang kepascasarjaan secara khusus menyoroti Permendikbudristek No. 53 tahun 2023, yang mengharus pengelola pascasarjana melakukan restrukturasi kurikulum pascasarjana yang dibedah oleh empat orang narasumber, yaitu Prof. Dr. H. Wahid Murni, M.Pd. (Director of Graduate School of UIN Maliki Malang), Prof. Dr. H. Muhyar Fanani, M.Ag (Director of Graduate School of UIN Walisongo Semarang), Prof. Eka Srimulyani, S.Ag., M.A., Ph.D (Director of Graduate School of UIN Ar Raniry Banda Aceh) dan Dr. M Faisal, M.A. (IAIN Fathahul Muluk Jayapura).

Agenda kelima mendiskusikan Rekomendasi Silaknas FORDIPAS XI berdasarkan Follow Up sesi panel yang sudah berlangsung yaitu merumuskan terkait kurikulum dan penyusuan buku akademik dan non akademik Pascasarjana PTKIN. Beberapa poin menjadi rekomendasinya yaitu : 1). Kurikulum Pascasarjana disusun mengacu pada permendikbud 53/2023; 2). Kurikulum Pascasarjana mengacu pada pardigma OBE agar mampu menyusun kurikulum sesuai dengan skill yang dibutuhkan pasar kerja; 3). Jumlah SKS S2 dan S3 mengacu pada permendikbud 53/2023; 4). Kebijakan RPL dan Renim ditiadakan sesuai dengan Keputusan Dirjen Belmawa Mei 2024 tentang juknis RPL; 5). RPL masih bisa berlaku untuk S1 dan S2 tapi tidak berlaku untuk S3; 6). Maksimal masa studi S3 adalah 6 tahun (2 x masa tempuh kurikulum); 7). Jika ada mahasiswa S2 dan S3 yg belum selesai saat berakhirnya masa studi, solusinya adalah transfer ke Perguruan Tinggi lain bukan di renim; dan 8). Penyusuan buku akademik dan non akademik Pascasarjana PTKIN memperlihatkan penguatan Mutu Kualitas Tridharma Perguruan tinggi yang mengarah menuju Reseach University dan World Class University [WCU]. Hasil diskusi lainnya kaitan dengan pelaksanaan INCOILS V dan SILAKNAS FORDIPAS XII tahun depan bahwa tuan rumah dipilih Pascasarjana UIN Arraniry Aceh dengan alternatif lainnya IAIN Sorong Papua Barat dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rangkaian Silaknas FORDIPAS XI dan INCOILS IV 2024 berakhir hari Ahad (1/12) dengan penutupan yang ditutup oleh Ketua FORDIPAS PTKIN, Prof. Dr. H. Akhyak. MAg. Acara pun berlangsung sesuai harapan yang motivasinya menjadi ajang ilmiah nasional dan internasional yang produktif untuk terus dikembangkan ke depan menuju World Class University. Sehingga acara ini menjadi momentum penting dalam mempertegas peran PTKI sebagai Perguruan Tinggi yang eksis dan responsif terhadap isu global.