Acara ini Diselenggarakan di Manado dari tanggal 18-21 September 2024. Ada tiga orang sebagai delegasi dari UIN Mataram yaitu Dr. H. Fathurrahman Mukhtar, M.AG., Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni, M.Pd.I dan Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I , dan Dua orang Mahasiswa Dari prodi Magister Ekonomi Syariah atas nama Sitira Novitasari, dan Ayu Rosita Anggraini, mempresentasikan paper masing-masing yang berkaitan dengan tema ICIIS saat ini tentang Rethinking Interdisciplinary Islamic Studies for Sustainable Development in the Digital Age (Memikirkan Kembali Studi Islam Interdisipliner untuk Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital).

Acara ini dipandu oleh Hamdani M.Ag., Ph.D. kaprodi Program Studi Magister Pengkajian Islam Program Pascsarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, setelah di buka oleh Hamdani M.Ag., Ph.D., kemudian mempersilahkan pemateri untuk mempresentasikan Papernya, Adapun Pemateri pertama yang disampaikan oleh Dr. Abdul Aziz tentangn “The Impact Of Language Anxiety On Arabic Speaking Skills Of Arabic Language Education Students At Uin MataramKesimpulan dari penelitian  ini adalah Pada dasarnya kecemasan berbahasa sering terjadi pada orang-orang yang belajar bahasa Asing, seperti halnya bahasa Arab, namun dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Tidak ada pengaruh kecemasan bahasa terhadap kemampuan berbicara bahasa Arab pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Mataram dilihat dari nilai signifikansi 0,338 > 0,05 dan hasil perhitungan t < tabel t yaitu 0,963 < 1,987. 2), dan secara bersamaan tidak ada pengaruh berdasarkan nilai signifikansi 0,402 > 0,05 dan nilai f dari perhitungan < tabel f yaitu 0,921 < 3,103. 

Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua yang disampaikan oleh Dr. fatahurrahman Mukhtar tentang “Tuan Guru’s Strategy In Purifying Sufism From Syncretism Tradition In Lombok, West Nusa Tenggara.” Kesimpulan dari Artikel ini adalah Konsep Sufistik yang dikembangkan oleh Al-Ghazali dan para pengikutnya telah bergeser menjadi ajaran sufistik yang bercampur dengan praktek sinkritik. Hal ini disebabkan oleh penafsiran terhadap ajaran sufistik yang tidak dipahami secara mendalam.  Dalam sufistik yang didominasi oleh hegemoni ajaran agama yang sinkretis menyebabkan ajaran sufistik melenceng dari tujuan sufistik tersebut.   Dakwah yang bersifat asimilatif dan akulturatif dalam penyebaran Islam dilakukan oleh para penyebar Islam seperti Sunan Prapen, para wali dari Timur Tengah dan Hadaramaut, dan para tuan guru Lombok.  Dakwah yang dilakukan ketika masyarakat Lombok masih dalam pengaruh animisme ini menjelma dalam berbagai macam tradisi keagamaan masyarakat Lombok yang dapat dijumpai hingga saat ini.  Para Tuan Guru di Lombok mencoba berinovasi untuk menyederhanakan teks-teks sufistik dengan mengajarkan dan menulis karya-karya tarekat yang sesuai dengan situasi kekinian. Dengan cara seperti itu masyarakat awam dapat melakukan riyadhah tarekat secara sederhana, sehingga konsepsi amalan-amalan tarekat mudah dipahami oleh para pengikut tarekat. Tuan Guru Tersebut di antaranya  adalah Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid, pahlawan nasional dari Lombok,  yang berusaha memurnikan ajaran sufistik dari pengaruh sinkretisme dengan mempraktekkan ajaran sufistik yang populer dengan Tariqat Hizib Nahdlatul Wathan, yang disebutsebagai Tariqat Akhir Zaman. Tuan Zainuddin Abdul Majid menyebarkan praktik sufistiknya dari masjid ke masjid, dari madrasah ke madrasah di Lombok, NTB. Tokoh lainnya,  Tuan Guru Sholeh Hambali mengajarkan Tarekat Kadiriyah Khalwatiyah yang dilanjutkan oleh Tuan Guru Haji Turmudzi Badaruddin, mempromosikan bentuk tasawuf kontekstual atau tarekat milenial yang telah menyebar dan dipraktekkan oleh sebagian masyarakat Lombok  saat ini.

Dan Pemateri ketiga disampaikan oleh Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni tentang “Spiritual Quotient as The Basic of Islamic Education Worldview: Study of Tafsir Fi Zhilalil Qur’an by Sayyid Qutb” hasil dari pemaparan Dr. lalu Wathoni adalah Kecerdasan spiritual (SQ) sebagai basis pendidikan Islam Worldview dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb meliputi; spirit rahmatal Lil ‘Alamin, spirit universa, spirit kemurnian teologis-qauliyah, spirit teologis-qouliyah menuju humanis-insaniyah, spirit teolo-gis-qouliyah menuju ekologis-kauniyah. Inilah SQ sebuah kemampuan dalaman (intuisi) yang mengaktifkan nilai-nilai teologis-qouliyah sebagai upaya aktualisasinya pada nilai-nilai humanis-insaniyah dan ekologis-kauniyah melalui relasi dialogis harmonis dalam lingkup masyarakat, sosial dan alam jagat sekitarnya. Spirit-spirit tersebut sangat dibutuhkan dunia pendiakan Islam modern saat ini

Kami atas nama Deligasi dari UIN Mataram mengucapkan terima kasih yang sebesera-besarnya kepada panitia penyelenggara ICIIS 2024 yang telah mengatur acara ini dengan sangat baik. Kami  berharap ICIIS terus menjadi platform produktif untuk kolaborasi akademik dan inovasi teknologi di masa depan. kami berharap acara ini terus berkembang dan sukses, berkontribusi secara signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat nasional dan internasional.