Pengantar Direktur PTKIN.
Hari ini kami kumpulkan Para Direktur PTKIN – PTU untuk menyamakan persepsi penyamaan visi misi menuju PRESTASI, REPUTASI, REKOGNISI.
Dalam rangka meningkatkan itu semua, perlu satupadu dalam langkah strategi:
Penguatan Reorientasi Penguatan Akademik Unggul Administratif menuju Substantif.
Penguatan Mutu Penerimaan Mahasiswa Baru dengan memperhatikan input row input mahasiswa yang produktif.

Lebih lanjut Prof. Enung memaparkan kebijakan teknis Diktis berupa:
Penguatan Akademik Unggul dengan mendorong percepatan kerja-kerja akademik berskala internasional global yang berdampak pada akreditasi prodi.
Perbanyak pertemuan-pertemuan ilmiah yang produktif yang bisa dibaca dunia.
PTKIN -PTKIS – PTU yang mengelola program pascasarjana harus bergerak serentak menuju unggul. Karena itu barometer yang terukur dalam melihat maju dan pesatnya perguruan tinggi keagamaan.
Arahan Kebijakan Dirjend Pendis sebagai berikut:
Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur PTKIN, Prof. Enung yang telah mengumpulkan semua direktur Pascasarjana PTKIN dan sebagian Direktur PTU/PTKIS di tempat ini.
Pertemuan ini penting dan strategis guna menghasilkan program kerja akademik yang bermutu dan berkelanjutan.
Saya berharap pertemuan semacam ini bukan saja seremonial tapi menghasilkan inovasi yang kreatif produktif dalam upaya meningkatkan mutu kualitas PTKI.

Ada beberapa hal strategis yang ingin saya sampaikan pada kesempatan yang mulia ini, karena tak mungkin saya datangi satu persatu karena persoalan waktu dll, maka hemat saya, momentum ini yang saya gunakan untuk menyampaikan hal-hal penting:
Pertama: Pascasarjana PTKI harus mampu menjawab ekspektasi dan harapan publik.
Pascasarjana PTKI harus menjadi lokomotif utama dalam peningkatan mutu dan kualitas akademik. Sebab pascasarjana lah yang diharapkan untuk menjaga marwah akademik yang paling tepat, menjaga reputasi dan prestasi akademik yang terhormat. Sebab kajian-kajian tesis dan disertasi dikaji berdasarkan metode ilmiah yang tepat juga. Maka saya berharap pascasarjana PTKI mengawal terus mutu akademik dengan baik dan benar.
Kedua: Kembalikan marwah pascasarjana sebagai lembaga yang tempat melahirkan ilmuan yang benar benar ilmuan di bidang nya. Bukan semata mengejar gelar Magister atau Doktor semata, tapi mampu menciptakan inovasi kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Hari demi hari pascasarjana terus bertambah program studinya namun belum dibarengi dengan usaha maksimal untuk membuat prodi unggul. Ini tantangan besar bagi pengelola Pascasarjana PTKI.
Kedua: Penguatan kajian-kajian literatur yang otorotatif.
Ketiga: Saatnya pascasarjana memiliki standar yang baku dalam semua aspek tridharma PT. Agar itu menjadi pedoman dalam menjalankan semua kegiatan pascasarjana.
Seperti,a] percepatan penulisan karya ilmiah mahasiswa, memperketat penerimaan mahasiswa baru, jangan longgar dalam aspek penerapan kebijakan yang berorientasi kepada mutu akademik.
Jangan terlalu euporia dengan banyaknya mahasiswa baru, tapi harus euporia jika manasiswanya merasa terpenuhi hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa.
Lebih lanjut Dirjend Pendis menekankan kepada semua direktur pascasarjana:
Jangan menurunkan standar, perketat mutu, jangan longgar, jika sudah menentukan standar baku jangan dipermudah diperingan, terus kawal kualitas mutu akademiknya. Kurangi kelas-kelas istansi, kelas-kelas khusus para pejabat yang hanya orientasi gelar, lebih baik sedikit mahasiswa tapi berkualitas daripada banyak tak berkualitas.
Kembalikan khittoh pascasarjana pada mutu kualitas yang terus dipantau dan dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu [LPM] Universitas.
Keempat: Soal Kualitas Tata Kelola Kelembagaan.


Dirjend Pendis menegaskan,
Bahwa Direktur pascasarjana harus punya target:
1]. Prodi semua harus unggul.
2]. Menata kembali sistem pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Kuliah daring tidak dapat menjamin kualitas, harus perbanyak perjumpaaan langsung dalam bimbingan dan perkuliahan guna lebih jelas dan terukur mutu hasil yang dihasilkan.
3].Langkah strategis untuk peningkatan kualitas unggul harus dikawal dengan menjaga kualitas unggul secara substantif bukan administratif.
4]. Lakukan inovasi kecil tapi berdampak besar dalam meningkatkan mutu akreditasi.
5]. Memperbanyak mobilitas akademik yang berkelanjutan dengan seminar, workshop, sarasehan internasional global yang berdampat pada rekognisi internasional bukan semata serimonial. Saling bertukar ide dan pandangan keilmuan berdasarkan keahlian bukan semata pertemanan.
6]. Sifat kebijakan teknis yang dibutuhkan oleh Forum Direktur PTKIN saya siap diberikan masukan agar lebih teknis dan lebih implementatif.
