Senin, 29/11/2021 rombongan Pascasarjana UIN Mataram tiba di kampus Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya pukul 14.30 waktu setempat  Kedatangan rombongan disambut pimpinan Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya.

Bertempat di ruang rapat Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Wakil Direktur, Kaprodi, Sekprodi dan Tendik Akademik Pascasarjana UIN Surabaya menerima dan menjamu kunjungan benchmarking rombongan Pascasarjana UIN Mataram.Rombongan Pascasarjana UIN Mataram berjumlah 13 orang peserta yang terdiri dari Kaprodi, Sekprodi dan Tendik. Yaitu Kaprodi S2 PAI Dr. Fathurrahman Muktar, M.Ag., Kaprodi S2 MPI  Dr. Muhammad Thohri, SS., M.Pd., Kaprodi S2 KPI Dr. H. Moh. Fakhri, M.Pd., Kaprodi S2 HKI Dr. H. Lalu Supriadi Bin Mujib, M.A, Kaprodi S2 ESy Dr. Baiq Ratna Mulhimmah, M.H, Sekprodi S3 PAI Dr. Abdulloh Fuadi, M.A, Sekprodi S2 PAI  Dr. Ribahan, M.Pd, Sekprodi S2 MPI  Dr. Yudin Citriadin, S.P., M.Pd., Sekprodi S2 HKI Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni, M.Pd.I., Sekprodi S2 PBA Dr. Abdul Aziz, M.Pd.I, Sekprodi S2 ESy Dr. Muh. Azkar, M.Pd.I., BPP Pascasarjana Rina Iswati, S.E., MM., Kasubag TU Pascasarjana Saiful Bahri, S.Sos., dan Staf Akdemik  M. Daud, S.Sos.

Acara benchmarking dipandu oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Ahmad Nur Fuad, MA., menyampaikan kata sambutan dan ucapan selamat datang. Ternyata Dr. Ahmad Nur Fuad satu angkatan dengan dengan Dr. Fathurrahman Kaprodi S2 PAI Pascasarjana UIN Mataram, sama-sama angkatan tahun 2005 sebagai angkatan keempat program studi Doktor Studi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dr. Ahmad Nur Fuad, MA. dalam pengantarnya menyambut baik kunjungan dari UIN Mataram. Terlebih kunjungan ini adalah kunjungan balasan setelah Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan studi banding ke UIN Mataram pada dua minggu yang lalu (18/11). Saat itu kami diterima dengan penuh kehangatan demikian juga harapan kami semoga rombongan Pascasarjana UIN Mataram juga merasakan kehangatan di tempat kami ini. Lanjutnya, sehubungan dengan tujuan kunjungan Pascasarjana UIN Mataram ke tempat kami untuk benchmarking Program Studi S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), maka kami sengaja hadirkan Kaprodi S2 IAT Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. H. Abd. Kholid, M.Ag bersama Sekprodinya Dr. H. Abu Bakar, M.Ag. yang siap membantu memenuhi hajad UIN Mataram untuk membuka S2 IAT. Selanjutnya sambutan dari Pascasarjana UIN Mataram disampaikan Ketua rombongan Dr. Fathurrahman, M.Ag. Mengawali sambutannya menyampaikan pesan Bapak Direktur Pascasarjana UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA dan Bapak Wadir Prof. Moh. Abdun Nasir, M.Ag., P.h.D. yang berhalangan hadir karena harus manghadiri kegiatan lain kaitannya dengan agenda lain Pascasarjana. Jadi, beliau mohon maaf dan titip salam kepada pimpinan Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya karena tidak bisa hadir langsung di sini.

Lanjut Dr. Fathurrahman, Pertemuan yang bertajuk Benchmarking S2 IAT ini lebih terlihat seperti pertemuan antara orang tua dan anak. Karena UIN Mataram lahir dari rahim UIN Sunan Ampel Surabaya berawal dari Fakultas Tarbiyah dan Syari’ah IAIN Sunan Ampel Cabang Mataram pada tahun 1963. Pada tahun 1997 terjadi alih status dari fakultas Tarbiyah dan fakultas Syariah IAIN Cabang Mataram menjadi STAIN Mataram. Semenjak itu terus berproses menempuh perjalanan dari STAIN Mataram menjadi IAIN dan beralih status menjadi UIN Mataram. Karena itulah UIN Mataram sampai saat ini dan seterusnya akan tetap berkiblat ke UIN Sunan Ampel Surabaya. Baik berkiblat dalam keilmuan, kurikulum, SDM, pengelolaan, sarana prasarana, dan pengembangan akademik lainnya seperti Benchmarking S2 IAT yang sedang kami sedang hajadkan di Pascasarjana UIN Mataram. Selanjutnya Kaprodi S2 IAT Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. H. Abd. Kholid, M.Ag. memberikan penjelasan dua tahun terakhir peminat S2 IQT melonjak 200 persen, yang biasanya menerima dua kelas menjadi empat kelas. Menurutnya, “ini terjadi karena branding Kurikulum yang ditawarkan S2 IAT ke pondok pesantren di Jawa Timur. Yaitu menghindari mata kuliah yang mengarah pada skuler dan liberal namun kedepankan Kurikulum yang berbasis tradisi agar diterima di pasar karena Keislaman masyarakat Jawa Timur identik dengan Kepesantrenan. Saya kira Lombok juga demikian sedikit banyak memiliki kesamaan dengan Jawa Timur dalam Keislaman karena Lombok memiliki pondok pesantren yang sangat banyak sehingga memiliki prospek yang baik untuk membuka S2 IAT”.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Dr. Abdul Aziz, M.Pd.I selaku anggota tim pengusul Prodi baru S2 IAT untuk diberikan file data atau dokumen pengusulan seperti tamplet proposal, kurikulum, Tendik dan sarana prasarana.

Acara pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu berlangsung dengan penuh keakraban dan keterbukaan. Sesekali ada humor yang membuat suasana semakin mencair. Seusai dialog dan tanya jawab, acara diakhiri dengan foto bersama. Kemudian mengunjungi ke beberapa tempat ruang kerja di lingkungan Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya antara lain ke Perpustakaan, Ruang Kaprodi, Kelas, dan sarana penunjang lainnya. Semoga sharing pengalaman ini menjadi pembelajaran dan kemajuan mutu pengelolaan Pascasarjana UIN Mataram.