Pagi ini (Kamis, 13 Juli 2023) Pascasarjana UIN Mataram kembali melaksanakan Yudisium ke-27 program studi magister (S2) dan doktor (S3) untuk periode kedua tahun 2023. Berlangsung di Auditorium Pascasarjana Kampus I UIN Mataram. Yudisium Selain dilaksanakan secara offline, juga disiarkan secara online melalui kanal Youtube chanel UIN TV.

Yudisium dihadiri Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA., Wakil Direktur Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.Ag., MA., Ph.D., Direktur Pascasarjana Dr. H. Musari, MA. periode 2014-2015. Wakil Dekan II FUSA UIN Mataram Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., Para Ketua Program Studi, Para Sekretaris Program Sudi, Para Tendik Akademik Pascasarjana, Para Dosen Program Pascasarjana dan seluruh peserta Yudisium ke-27 Pascasarjana UIN Mataram.


Acara Yudisium berlangsung secara khidmat yang dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh qori’ Sajaratul Yakin mahasiswa S1 PAI FTK UIN Mataram. Pembacaan Alquran menambah keheneningan dan khidmat acara. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian Laporan panitia yudisium yang disampaikan oleh Dr. Moh. Iwan Fitriani, M.Pd. dalam laporannya panitia menyampaikan bahwa pada yudisium periode ini dikuti oleh 77 peserta, masing-masing program studi memiliki keterwakilan dari program doktor dan magister dengan rincian S3 PAI 8 peserta, S2 PAI 9 peserta, S2 MPI 22 peserta, S2 ES 7 peserta, S2 KPI 15 peserta, S2 HKI 4 peserta dan PBA 12 peserta. “Yudisium ini dapat dilaksanakan berkat kerjasama panitia, tim akademik akad dan mahasiswa Pascasarjana. 77 Mahasiswa sebagai peserta Yudisium adalah mahasiswa hebat karena berhasil menjalani peroses dari awal masuk sebagai Maba, menjalani studi hingga menuntaskan studi keluar sebagai alumni. Maka mahasiswa yang hebat adalah mahasiswa yang bisa masuk dan keluar”, lapor panitia.





Berikutnya sambutan Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag. Beliau menyampaikan tahniah atas pencapaian yang diperoleh para mahasiswa yang berhasil mencapai akhir studi hingga mendapat gelar magister dan doktor.
“Berbahagialah dan selamat kepada mahasiswa yang diyudisium pagi ini sebanyak 77 peserta. Sejatinya kita terlahir dalam paket tidak jadi, mengharuskan kita untuk berproses sebagaimana pesan Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 78, termasuk dinamika menyelesaikan studi dan bimbingan di Pascasarjana UIN Mataram semuanya adalah wejangan hidup kedepan. Setelah ini silahkan lanjutkan ke S3 UIN Mataram” ucap pak Rektor.
Bapak rektor juga mengingatkan jangan lupa shilaturrahim harus tetap terbangun, ajak sanak saudara untuk melanjutkan studinya di UIN Mataram. Semoga semuanya sukses dan mendapatkan ilmu yang berkah.
Berikutnya orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. Guru Besar UIN Mataram dalam bidang Teknologi Pendidikan dengan judul urgensi digitalisasi pembelajaran pergeseran paradigma pendidikan di era digital 4.0 dan era society 5.0
Prof. Maimun mengawali penyampaiannya dengan data penelitian bahwa pemakai internet di Indonesia sebanyak 229 juta dengan 50 persen pemakainya dari generasi millenial (z & y), waktu yang digunakan 7-10 jam dengan separuh usia digunakan bergelut degan internet.
Menyikapi kondisi tersebut, menurut Prof. Maimun para alumni Pascasarjana UIN Mataram harus terlibat mengisi ruang internet melalui mengisi portal digital dengan pembelajaran, ilmu pengetahuan dan sosial masyarakat yang bermanfaat. Portal digital yang dapat diakses oleh generasi millenial. Dengan demikian mereka dapat disibukkan dengan hal bermanfaat untuk mencounter game online dan menghindari content negatif.
Adanya ruangan digitalisasi agama melalui portal digital yang diisi oleh alumni Pascasarjana UIN Mataram akan menjadi wadah pengasuhan, dapat memberikan kebutuhan dan asupan bekal untuk kehidupan masa depan bagi generasi millenium, inilah yang disebut merdeka belajar.
Tambah Prof. Maimun derasnya pemakaian internet diibaratkan oleh para ilmuwan sebagai arus badai internet. Menurutnya, sikap yang ideal dalam merespon kondisi ini adalah memanfaatkan arus deras internet dengan menghasilkan energi, bukan sekedar memproteksi diri ataupun berdiam diri terbawa arus. Karena hanya ikan mati yang hanyut terbawa arus.
Lanjut Prof. Maimun, alumni pascasarjana harus ikut serta memberikan kontribusi melahirkan energi positif dari arus internet berkolaborasi dengan ahli IT untuk mengisi portal digital dg materi agama, pembelajaran dan parenting. Bahwa sekecil apapun pengetahun yang di tuangkan di potal digital maka kebermanfaatannya menjadi besar. Terlebih lagi seluruh pembalajaran di era ini tidak lagi dicatan tapi tersimpan di android.
Prof. Maimun, diakhir orasinya menegajak peserta yudisium untuk sama-sama menyediakan waktu mengisi portal digital sesuai keahlian masing-masing.
“Mari merancang digitalisasi agama, digitalisasi parenting dan digitalisasi pembelajaran bersinergi dengan ahli IT menjadi sumbangansih bersama dalam membangun digitalisasi yang terdidik. Saya juga merekomendasikan kepada Pascasarjana untuk melahirkan portal digital. Misalnya membuat portal Horizon.co sebagai wadah horizon ilmu yang dapat dipasarkan kemana-mana dengan dikemas menjadi portal keilmuan yang bisa diisi dan dimanfaatkan oleh setiap orang”, harap Prof. Maimun.
Selanjutnya Pembacaan SK Yudisium Pascasarjana UIN Mataram oleh Kasubag Akademik Pascasarjana diwakilkan Wawan, S.Sos. Berdasarkan SK Rektor yang dibacakan bahwa Yudisium kali ini meluluskan 77 mahasiswa yang terdiri dari lulusan Program Magister (S2) sebanyak 69 mahasiswa dan Doktor (S3) sebanyak 8 mahasiswa.
Pada Yudisium kali ini, ada tiga kategori lulusan Yudisium Pascasarjana UIN Mataram yaitu lulusan terbaik Pascasarjana UIN Mataram, lulusan terbaik program studi dan penulis tesis dan disertasi terbaik program studi. Untuk lulusan terbaik Pascasarjana UIN Mataram diraih oleh Fitrah Sugiarto S3 PAI dengan IPK 3,79 predikat cumlaude menyelesaikan doktornya selama 5 semester dan Lalu Taufiqurrahman mahasiswa S2 MPI dengan IPK 3,91 predikat cumlaude menyelesiakan magisternya selama 3 semester.
Selanjutnya lulusan terbaik program studi yaitu untuk S2 MPI diraih Lalu Taufiqurrahman mahasiswa S2 MPI dengan IPK 3,91 predikat cumlaude; untuk S2 ESy diraih Abd. Hayyi dengan IPK 3,77 predikat Cumlaude; untuk S2 HKI diraih Nia Daniati dengan IPK 3,72 predikat Sangat Memuaskan; untuk S2 KPI diraih Kusmayadi dengan IPK 3,83 predikat Cumlaude, untuk S2 PBA diraih Umaidi dengan IPK 3,84 predikat Cumlaude; untuk S2 PAI diraih Dzurriyun Toyibi IPK 3,75 predikat Sangat Memuaskan; dan S3 PAI diraih Fitrah Sugiarto S3 PAI dengan IPK 3,79 predikat cumlaude.
Selain kategori lulusan terbaik tingkat Pascasarjana dan program studi, kategori lainnya adalah penulis tesis dan disertasi terbaik program studi. Pertama, Penghargaan penulis disertasi terbaik program studi S3 PAI diberikan kepada Raden Sumiadi dengan judul Resistensi, Negosiasi dan Akomodasi Pendidikan Islam pada Masyarakat Adat Wetu Telu Bayan Lombok; kedua, Penghargaan penulis tesis terbaik program studi S2 HKI diberikan kepada Nira Sulistiawati dengan judul Hukum Keluarga Islam : Urgensi Banjar Sebagai Wadah Ta’awun Dalam Tradisi Masyarakat Muslim Sasak di Kabupaten Lombok Tengah; ketiga, Penghargaan penulis tesis terbaik program studi S2 Esy diberikan kepada M. Haryadi Wahyudin dengan judul Peranan Kepemimpinan Politik TGB Muhammad Zainul Majdi dalam Implementasi Sistem Ekonomi Syariah di Nusa Tenggara Barat; keempat, Penghargaan penulis tesis terbaik program studi S2 PBA diberikan kepada Samsul Hadi dengan judul إدارة تعليم اللغة العربية بمعهد نور البيان اإلسالمي لمبوك الشمالية; kelima, Penghargaan penulis tesis terbaik program studi S2 KPI diberikan kepada Kusmayadi dengan judul Adaptasi Komunikasi Partai Politik Islam pada Masa Pandemic Covid – 19 ( Studi Kasus Reses Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD NTB); keenam, Penghargaan penulis tesis terbaik program studi S2 PAI diberikan kepada Dzurriyun Toyibi dengan judul Analisis Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran PAI di SMA se Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2021/2022; dan ketujuh, Penghargaan penulis tesis terbaik program studi S2 MPI diberikan kepada Urwatul Wusqo dengan judul Pengaruh Manajemen Pendidikan Kelas Khusus dan Umum Terhadap Tingkat Kepuasan Wali dan Prestasi Non Akademik Santri di Pondok Pesantren Nurul Hakim.
Kemudian masing-masing kategori diberikan penghargaan dan apresiasi oleh Pascasarjana. Penghargaan Lulusan Terbaik Utama Program Doktor dan Magister diberikan secara langsung oleh Direktur Pascasarjana. Dan penghargaan Lulusan Terbaik pada Masing-masing Program Studi diberikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana. Terakhir penghargaan penulis Tesis dan Disertasi Terbaik Masing-masing Program Studi (Doktor dan Magister) oleh Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. dan Dr. H. Musari, M.Pd.
Prosesi berikutnya penyerahan transkip nilai kepada peserta Yudisium oleh Kaprodi dan Sekprodi di Lingkungan Pascasarjana UIN Mataram.
selanjutnya penyampaian kesan dan pesan dari peserta Wisuda yang disampaikan H. Subki yudisium Doktor mewakili peserta Yudisium. H. Subki memberikan kesan bahwa kami yang diyudisium hari ini rasanya seperti baru selesai akad nikah.
Lanjut H. Subki, studi di Pascasarjana merupakan kesempatan yang tidak semua orang dapatkan, ini anugerah Allah untuk kita, agar kita syukuri. Sebenarnya yang sukses hari ini adalah kedua orang tua, lancarnya langkah kita berkah doa dan restu mereka. Demikian anak istri kita.
Dan yang paling sukses dan paling bahagia hari ini adalah dosen-dosen kita.
H. Subki pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Rektor, Direktur, Wadir, Para Kaprodi dan Sekprodi, para dosen dan seluruh pihak dan jajaran pegawai di Pascasarjana yang telah membimbing, membantu selama menjadi mahasiswa untuk berprestasi hingga sampai di tahap yang membanggakan ini.
Kita datang kesini di UIN ini yang menjadi singkatan yoU wINner artinya Kamu adalah pemenang, melahirkan kita sebagai pemenang hari ini.
Selanjutnya pesan dan nasehat dari Direktur Pascasarjana UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA. Pada Kesempatan ini ia menyampaikan bahwa anda semua adalah orang hebat, tanpa anda Pascasarjana tidak ada apa-apanya.
Pak Direktur memulai pesananya dengan mengkaji surah Al Mujadalah ayat 11, menurut beliau setiap yang berkaitan dengan keilmuan, Allah akan memberikan kehormatan. Dan keilmuan disandingkan dengan keleluasaan menunjukkan keilmuan itu tidak terbatas pada fisik saja namun juga metafisika.
Lanjut pesan beliau, sebenarnya tidak ada cumlaude atau lainnya karena semuanya terbaik di tengah masyarakat masing-masing. Penentuan predikat hanya sebatas formalitas yang terpenting pengabdian dan kebermanfaatannya.
Lanjut Prof. Rozi berdasar dari pendapat Imam Junaid al-Baghdadi bahwa 4 (empat) kreteria yang dapat mengangkat derajat kemuliaan seseorang yaitu Al-hilm (kesabaran), Tawadlu (rendah hati), As-Shakha (dermawan/ pemurah), dan husnul khuluq (akhlak yang baik). Kiaslah dan amalkan empat karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai magister dan doktor Pascasarjana UIN Mataram.
“Berkah, berkah, berkah untuk 77 mahasiswa telah diyudisium, semoga semuanya diberkahi oleh Allah SWT”, doa dan harapan pak Direktur.
Penutup acara Yudisium, doa dipimpin oleh Sekprodi S2 PBA Bapak Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I.
Alhamdulillah, Acara Yudisium berjalan lancar, sukses hingga proses yudisium selesai. Akhirnya, ucapan selamat disampaikan kepada seluruh peserta yudisium ke-27 periode II tahun 2023 Pascasarjana UIN Mataram dan atas gelar yang diperoleh membawa keberkahan kebermanfaatan




