Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA. Direktur Pascasarjana UIN Mataram memberikan kuliah Umum di IAIN Palopo pada hari Senin, 23 Januari 2023 bertempat di Auditorium Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palopo, mengangkat tema Ekspresi Keberagamaan Generasi Melinial di Media Sosial.

Kuliah umum dihadiri Rektor IAIN Palopo Prof. Dr. KH. Abdul Pirol, M.Ag didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Muhaemin, M.A. juga Direktur Pascasarjana Dr. H. Muhammad Zuhri Abu Nawas, Lc., M.A. Wakil Dekan I FUAD Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Baso Hayim, M.Sos.I, . Wakil Dekan II FUAD Bidang Administrasi, Perencanaan dan Keungan Dr. Syahruddin, M.H.I. Dan dihadiri para guru besar, dosen, tenaga kependidikan dan sejumlah mahasiswa S1 dan S2 yang memadati Auditorium.

Rektor IAIN Palopo saat memberikan sambutan sekaligus membuaka kegiatan kuliah umum menyampaikan selamat datang dan rasa senang atas kedatangan Direktur Pascasarjana UIN Mataram, kampus negeri di kawasan Tana Luwu, yang awalnya cabang IAIN Alauddin 1968, dengan perkembangannya, IAIN Palopo kini memiliki empat fakultas dan pascasarjana dan tengah pengusulan alih status ke UIN Palopo, “Usulannya sudah di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, semoga bisa terwujud menjadi UIN Palopo secepatnya,” ucap Rektor saat menyampaikan sambutannya.

Selanjutnya Direktur Pascasarjana UIN Mataram dalam kesempatan dan harapan yang sama menyampaikan IAIN Palopo segera beralih status ke UIN Palopo sehingga punya kesempatan membuka Program studi baru yang diharapkan oleh masyarakat. Dana kesempatan yang baik itu, beliau menyampaikan materi umum tentang “Kenali Dan Pahami Rekam Jejak Di Era Digital – Media Sosial: Pelajaran Berharga Untuk Generasi Millenial”.

Prof. Fahrurrozi menjelsakan kondisi Masyarakat era 5.0 sebagai masyarakat yang telah adaptif dengan teknologi informatika dan komunikasi. Menurutnya Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh semua elemen agar cakap dan adaptif dengan digital yaitu Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethic dan Digital Safety. Lanjutnya digitalisasi menghilangkan sekat geografis menjadikan komunikasi tidak memilik batas juga yang disebut dengan komunikasi virtual sebagai ciri era globalisasi.

“Diantara ciri globalisasi, yaitu sosiatalisasi (sociatalization), individuasi (individuation), internasionalisasi (internationalization), dan humanisasi (humanization). Ciri pertama telah menjadikan manusia di berbagai belahan bumi menjadi “warga dunia”. Ciri kedua membuat setiap pribadi merasa sebagai manusia yang modern dengan gaya hidup yang berbeda secara diametral dengan gaya hidup sebelumnya. HP selalu di tangan, dengan tab-nya, setiap saat membuka internet, rambutnya dicat, tubuhnya ditato, dan makanannya burger, spageti dan lain-lain. Gaya hidup tersebut merupakan buah dari internasionalisasi”, papar Prof. Fahrurrozi.

Topik kuliah umum dibahas detail oleh Prof. Fahrurrozi sebagai narasumber, sampai pada akhir materi, memaparkan tentang sepuluh kompetensi digital Perspektif Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELDI), tips menjaga diri di jejak digital dan tips memahami dan mengarifi media digitalisasi: upaya membumikan literasi sosial. Setelah itu dilanjutkan dengan dialog bersama mahasiswa.