MATARAM, 25 Mei 2026 – Bertempat di Ruang sidang Direktur, Program Studi Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi menjalin Kerjasama dengan Prodi Magister KPI Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember ditandai dengan acara penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh kedua belah pihak. Agenda ini merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan mutu akademik, memperluas cakrawala keilmuan, serta memperkuat tradisi riset kolaboratif yang wajib dimiliki oleh civitas akademika kedua belah pihak.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin siang ini dihadiri lansung oleh pimpinan Pascasarjana UIN Mataram, Prof Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA, Direktur Pascasarjana dan Pro. Dr. H. Saparudin, M.Ag Wakil Direktur, didampingi oleh Kaprodi Magister KPI Dr. Ihsan Hamid, MA.Pol serta Sekprodi Dr. Sultan, MA. Dalam sambutannya sebelum melakukan PKS, Pimpinan Pasca yang diwakili oleh Wadir menegaskan bahwa kerja sama semacam ini bukan sekadar rutinitas formalitas tahunan, melainkan sebuah upaya strategis untuk menghadirkan perspektif baru dan sinergi antarlembaga.

Dengan memadukan potensi kedua program studi, diharapkan mampu melihat celah-celah riset baru yang inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, beliau mengharapkan agar implementasi PKS ini segera terwujud dalam aksi nyata, baik dalam bentuk pertukaran dosen, kolaborasi riset, maupun pengabdian masyarakat bersama.
Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Penguatan Riset

Pada kesempatan yang sama, hadir Kaprodi Magister KPI Pascasarjana UIN KHAS Jember Dr. Hj. Siti Raudhatul Jannah, S.Ag., M.Med.Kom selaku mitra kerja sama. Melalui momentum penandatanganan PKS ini, kedua program studi berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan aspek-aspek fundamental dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kerja sama ini sengaja dipilih untuk menjembatani kegelisahan akademik yang sering dihadapi oleh mahasiswa magister, terutama dalam menyelaraskan antara realitas sosial komunikasi dan instrumen teori Islam di ranah regional maupun nasional.

Karena kedua pihak menyadari jika riset komunikasi Islam ke depan tidak boleh hanya sekadar menempelkan ayat-ayat suci atau dalil agama pada teori komunikasi barat, melainkan harus mampu membangun epistemologi yang utuh, aplikatif, dan kolaboratif melalui kemitraan strategis ini.

Diharapkan kedepan implementasi dari PKS ini akan mampu membedah bagaimana metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif dapat digunakan secara presisi untuk memotret fenomena penyiaran dan dakwah digital saat ini secara bersama-sama. Mahasiswa dari kedua universitas diajak untuk berpikir kritis dalam memilih pisau analisis yang tajam agar hasil penelitian mereka memiliki kebaruan (novelty) yang kuat di tingkat nasional maupun internasional.[].