SUMBAWA BESAR – Geliat akademik di Pulau Sumbawa semakin terasa saat delegasi Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Memasuki kunjungan di lokasi kedua pada 7 Mei 2026, antusiasme peserta memuncak saat kegiatan dipusatkan di Aula Kampus STAI NW Sumbawa.

Langkah strategis ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan sebuah misi besar untuk melakukan transformasi sumber daya keagamaan umat manusia di Nusa Tenggara Barat. Dengan menghadirkan beberapa para pimpinan prodinya, Pascasarjana UIN Mataram berupaya mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat di timur NTB.

Direktur Pascasarjana UIN Mataram, Prof. Subhan Abdullah Acim, MA, memimpin langsung mengarahkan kegiatan. Kehadirannya didampingi oleh para pimpinan lainnya seperti Prof. Muhammad Sa’i, MA (Sekretaris Kopertais XIV), Dr. Muammar (Kaprodi S2 MPI), Dr. Ihsan Hamid (Kaprodi S2 KPI), dan Dr. Dedy Ramdani (Sekprodi S2 PAI).

Pertemuan di aula tampak penuh sesak oleh hampir 100 peserta yang terdiri dari jajaran dosen, pimpinan program studi, serta mahasiswa tingkat akhir. Kehadiran Ketua STAI NW Sumbawa, Dr. Mainuddin, M.Pd.I, beserta jajarannya menambah bobot intelektual dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut.

Dalam orasinya, Prof. Subhan Abdullah Acim menekankan bahwa keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih gelar magister maupun doktor. “UIN Mataram kini hadir dengan harapan tanpa batas. Kami mengombinasikan keunggulan akademik dengan teknologi melalui skema hybrid dan online. Mahasiswa di Sumbawa bisa tetap berkarya di instansi masing-masing tanpa harus kehilangan momen belajar langsung dari para pakar,” ujar Prof. Subhan dengan penuh semangat.

Tak hanya itu, Prof. Subhan juga menampilkan program unggulan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Menurutnya, pengalaman kerja bertahun-tahun adalah kekayaan intelektual yang dihargai secara akademis. Hal ini menjadi angin segar bagi para profesional yang ingin melakukan percepatan studi.

Sekretaris Kopertais Wilayah XIV, Prof. Muhammad Sa’i, MA, yang turut hadir memberikan perspektif mengenai pentingnya peningkatan kualifikasi dosen di bawah naungan PTKIS. “Kami terus mendorong dosen-dosen di Sekolah Tinggi agar segera meningkatkan jenjang pendidikan mereka. Kerja sama dengan UIN Mataram adalah jalur tercepat dan paling kredibel untuk memperkuat mutu institusi kita di daerah,” tegas Prof. Sa’i sembari memberikan Beragam.

Dukungan serupa datang dari tuan rumah, Ketua STAI NW Sumbawa, Dr. Mainuddin, M.Pd.I. Ia memandang kehadiran Pascasarjana UIN Mataram sebagai mitra strategis dalam mengembangkan kampus yang dipimpinnya. Ia berharap banyak alumni dan dosen STAI NW Sumbawa yang melanjutkan estafet keilmuannya ke kampus hijau tersebut.

“Kehadiran tim Pascasarjana UIN Mataram ke Sumbawa Besar adalah bentuk perhatian nyata bagi kami. Kami mendorong seluruh dosen dan alumni STAI NW untuk memanfaatkan program RPL maupun jalur reguler di UIN Mataram guna memperkuat landasan SDM di Sumbawa yang religius dan kompetitif,” ungkap Dr. Mainuddin di sela-sela kegiatan.

Pascasarjana UIN Mataram saat ini memang tengah memanjakan calon mahasiswa dengan 11 pilihan program studi yang relevan. Mulai dari Magister (S2) PAI, PBA, Hukum Keluarga Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah, Komunikasi dan Penyuaran Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, hingga Pendidikan Matematika.

Bagi mereka yang mengincar gelar tertinggi, tersedia tiga pilihan Program Doktor (S3), yaitu Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, dan Studi Islam. Seluruh prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pasar kerja global yang semakin kompleks.

Penjelasan mengenai RPL menjadi sesi yang paling banyak menuai pertanyaan. Program ini terbagi menjadi dua kategori utama. RPL Tipe A memfasilitasi transfer kredit bagi mereka yang pernah menempuh studi namun terhenti (putuskan studi/DO), sementara RPL Tipe B mengakui pengalaman kerja sebagai perolehan kredit SKS.

Melalui skema ini, seorang praktisi yang sudah berpengalaman belasan tahun bisa mendapatkan mengirimkan sejumlah mata kuliah tertentu, sehingga masa studi menjadi lebih efisien. Inovasi inilah yang menjadikan UIN Mataram sebagai institusi pendidikan yang inklusif dan progresif.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut diakhiri dengan pembagian brosur interaktif dan ramah tamah yang hangat. Sesi dokumentasi bersama antara tim UIN Mataram, pimpinan STAI NW, dan para mahasiswa menjadi penutup yang melambangkan eratnya jejaring intelektual antar-lembaga pendidikan Islam.