Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram terus memperluas jejaring akademik dan penguatan sumber daya manusia keagamaan melalui kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Provinsi Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan pendidikan tinggi Islam yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat multikultural di Indonesia.

Sosialisasi dilaksanakan pada Rabu siang ba’da Zuhur, 6 Mei 2026, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Tim sosialisasi Pascasarjana UIN Mataram terdiri atas Dr. Dahlia Bonang, Dr. Abdul Aziz, Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni, serta Fauziah, M.Pd.

Kedatangan tim disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Ida Bagus Dibya, SE., bersama jajaran kepala bagian tata usaha, para kepala seksi, pengawas madrasah, guru, serta pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kota Denpasar Bali.

Dalam sambutannya, Kakanmenag Ida Bagus Dibya, SE., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pascasarjana UIN Mataram yang dinilai aktif menjangkau daerah-daerah strategis dalam pengembangan kualitas pendidikan dan pelayanan keagamaan.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas akademik aparatur dan tenaga pendidik merupakan kebutuhan mendesak, terutama di wilayah Bali yang memiliki karakter masyarakat heterogen dan multikultural. Menurutnya, kualitas pelayanan keagamaan tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif, tetapi juga oleh kualitas intelektual, moderasi berpikir, dan kompetensi akademik para pelayan publik di lingkungan Kementerian Agama.

“Kami terus mendukung pegawai untuk melanjutkan studi, baik pada jenjang magister maupun doktoral. Di Bali yang masyarakatnya sangat heterogen, pelayanan keagamaan membutuhkan SDM yang unggul, moderat, dan memiliki wawasan akademik yang kuat. Apalagi Kementerian Agama Kota Denpasar menjadi salah satu percontohan nasional, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan strategis,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dan dihadiri puluhan peserta yang terdiri atas pejabat struktural, pengawas, guru madrasah, serta tenaga kependidikan.

Dalam sesi pemaparan, dibuka Dr. Dahlia Bonang, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi PMB merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membangun kultur akademik yang lebih progresif di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pascasarjana UIN Mataram hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keilmuan Islam yang kontekstual, integratif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan memberikan informasi menyeluruh kepada calon mahasiswa mengenai program studi yang ditawarkan, sistem pendaftaran, skema pembayaran, proses seleksi, hingga model perkuliahan yang fleksibel dan adaptif.

Selanjutnya, Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni memaparkan profil sebelas program studi yang dikelola Pascasarjana UIN Mataram, yaitu Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Keluarga Islam (HKI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ekonomi Syariah (ESY), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Pendidikan Matematika, serta Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, dan Studi Islam.

Selain itu, dijelaskan pula inovasi sistem perkuliahan melalui skema offline, hybrid, dan online yang memungkinkan mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas profesional sambil melanjutkan pendidikan tinggi. Pascasarjana UIN Mataram juga menghadirkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman akademik dan profesional calon mahasiswa.

Sementara itu, Dr. H. Abdul Aziz menjelaskan bahwa sistem pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PMB Pascasarjana UIN Mataram. Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses melalui: PMB Pascasarjana UIN Mataram. Sedangkan informasi terkait skema pembayaran dan ketentuan administrasi dapat diakses melalui: Informasi PMB Pascasarjana UIN Mataram

Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi calon mahasiswa dilakukan melalui Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara akademik guna memastikan kualitas input akademik mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Kasi Pendidikan Islam, pengawas madrasah, serta guru terkait fleksibilitas sistem pembelajaran, peluang studi lanjut, dan pengembangan kompetensi akademik di tengah tuntutan pekerjaan.

Menariknya juga, salah satu pengawas madrasah yang hadir merupakan alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mataram— sebelum bertransformasi menjadi UIN Mataram — dan menyatakan ketertarikannya untuk kembali melanjutkan studi di Pascasarjana UIN Mataram melalui sistem hybrid learning agar tetap dapat bekerja dan mengabdi di Bali.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tinggi saat ini semakin menuntut fleksibilitas, digitalisasi, dan keterjangkauan akses tanpa mengurangi kualitas akademik. Dalam konteks itu, Pascasarjana UIN Mataram dipandang berhasil menghadirkan model pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap perubahan sosial sekaligus tetap menjaga kualitas dan tradisi akademik.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pembagian brosur PMB, ramah tamah, dan sesi dokumentasi bersama. Melalui agenda ini, Pascasarjana UIN Mataram kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang aktif membangun jejaring intelektual, memperkuat moderasi beragama, dan mendorong transformasi sumber daya manusia keagamaan di Indonesia.