Pascasarjana UIN Mataram kembali melaksanakan yudisium ke-34 program studi magister (S2) dan doktor (S3) untuk periode ketiga tahun 2025 pada hari ini (Selasa, 11 November 2025) di Aula lt. 2 Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Mataram.

Yudisium dihadiri Wakil Rektor I UIN Mataram Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA., Wakil Direktur Prof. Dr. H. Saparudin, M.Ag., Para Ketua Program Studi, Para Sekretaris Program Sudi, Para Tendik Akademik Pascasarjana dan seluruh peserta Yudisium ke-34 Pascasarjana UIN Mataram.
Acara Yudisium berlangsung secara khidmat yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UIN Mataram menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan studi. Menurutnya, momen yudisium merupakan bagian penting dalam perjalanan akademik yang akan selalu dikenang sebagai buah dari perjuangan dan ketekunan.
“Selamat kepada 22 mahasiswa yang diyudisium hari ini, terdiri dari peserta program magister dan doktor. Semoga ilmu yang diperoleh di Pascasarjana membawa keberkahan, bermanfaat, dan berdampak nyata di masyarakat. Bagi yang sudah bekerja, semoga semakin menambah nilai dan kapasitas profesional; bagi yang belum, semoga menjadi wasilah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saya juga berharap 20 lulusan magister hari ini melanjutkan studi ke jenjang doktoral,” ujar dan harap Pak Direktur.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram yang diwakili Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag. turut menyampaikan apresiasi dan pesan inspiratif kepada para lulusan. Dalam sambutannya, beliau mengutip Surah Al-Qashash ayat 26. Ayat tersebut menceritakan salah satu putri Nabi Syu’aib yang menyarankan ayahnya agar mempekerjakan Nabi Musa, karena ia melihat dua sifat utama dalam dirinya kekuatan atau kompetensi (al-qawiyy) dan amanah atau jujur (al-amīn).

Menurut Wakil Rektor I bahwa dalam dalam memilih seseorang untuk memikul suatu pekerjaan, ukuran utamanya yaitu memiliki komptensi/ kemampuan dan kejujuran/moralitas secara bersamaan. Inilah prinsip dasar dalam Islam yang menyeimbangkan profesionalitas dan moralitas. Dua prinsip ini yang senantiasa di kembangkan di Pascasarjana dan mesti dimiliki oleh para alumni yang yudisium hari ini. Namun, jika kita tidak diperlukan orang maka kompetensi dan moral yang dimiliki cukup untuk diri sendiri saja, tanpa mengganggu atau tanpa menjadi beban.
Beliau juga menegaskan pentingnya memberi manfaat bagi sesama, sembari mengutip sabda Rasulullah SAW, “in iḥtāja ilaihi nafa‘, wa in istughnī ‘anhu nafsah (Jika orang lain memerlukan dirinya, ia memberi manfaat; dan jika orang lain tidak memerlukan dirinya, ia menahan diri (tidak mengganggu)” dan hadis “wa lā takun kallan ‘ala an-nās, (anganlah engkau menjadi beban bagi manusia)”.
Di akhir sambutannya, Prof. Adi Fadli berpesan agar para lulusan tidak berhenti menuntut ilmu. “Saya berharap lulusan magister berpikir untuk melanjutkan studi ke jenjang doktor. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, ‘Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.’ Maka, rencanakanlah masa depan dengan baik,” pesannya.

Selanjutnya Pembacaan SK Yudisium Pascasarjana UIN Mataram oleh Kasubag TU Pascasarjana M. Iqbal. SH. Berdasarkan SK Rektor yang dibacakan bahwa Yudisium kali ini meluluskan 22 mahasiswa yang terdiri dari lulusan Program Magister (S2) sebanyak 20 mahasiswa dan Doktor (S3) sebanyak 2 mahasiswa.










Pada Yudisium kali ini, ada tiga kategori lulusan yudisium Pascasarjana UIN Mataram yaitu lulusan terbaik program studi dan lulusan terbaik Pascasarjana UIN Mataram. Lulusan terbaik prodi yaitu Husnul Kahtimah prodi S2 PAI dengan IPK 3,87 dengan predikat cumlaude, Ramli Ahmad prodi S2 HKI dengan IPK 3,98 dengan predikat cumlaude, Mahendra Saputra prodi S2 MPI dengan IPK 3,85 dengan predikat cumlaude, Jaka Parvita Dona prodi S2 ES dengan IPK 3,89 dengan predikat cumlaude, Muhammad Amin prodi S2 KPI dengan IPK 3,94 dengan predikat cumlaude, Miftahuddin prodi S2 PBA dengan IPK 4,00 dengan predikat cumlaude, Lalu Muhammad Zainul Ihsan prodi S2 IQT dengan IPK 4,00 dengan predikat cumlaude dan Siti Badriyah prodi S3 PAI dengan IPK 3,89 dengan predikat cumlaude. Sedangkan lulusan terbaik utma Pascasrjana yaitu Lalu Muhammad Zainul Ihsan dan Siti Badriyah. Kemudian diberikan penghargaan dan apresiasi oleh Pascasarjana.







Prosesi berikutnya penyerahan transkip nilai kepada peserta Yudisium oleh Kaprodi dan Sekprodi di Lingkungan Pascasarjana UIN Mataram.
Berikutnya penyampaian kesan dan pesan dari peserta yudisium yang disampaikan Lalu Muhammad Zainul Ihsan S2 IQT. Mewakili peserta Yudisium Ihsan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Rektor, Direktur, Wadir, Para Kaprodi dan Sekprodi, para dosen dan seluruh pihak dan jajaran pegawai di Pascasarjana yang telah menerima sebagai mahasiswa membimbing, membantu selama menjadi mahasiswa hingga dapat diyudisium hari ini. Dan baginya hari ini paling berkesan karena selain sebagai waktu diyudisium yaitu tanggal 11 dan bulan 11 juga bertepatan dengan waktu pernikahnnya.




Acara yudisium ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Seluruh peserta dan tamu undangan berharap agar gelar yang diraih menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Selamat kepada seluruh peserta Yudisium ke-34 Pascasarjana UIN Mataram periode III tahun 2025. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan membawa manfaat bagi umat.