3 Guru Besar UIN Mataram yaitu Prof. Dr. H. Adi Fadli, Prof. Dr. Maimun dan Prof. Dr. H. Lalu Supriadi, M.A, Biro AUPK UIN Mataram, Drs. H. Subuhi, M.Pd, dan Bagian Perancanaan UIN Mataram Mariani, M.E., menjadi pembicara utama dalam seminar dan pengabdian internasional yang diselenggarakan di Kairo Mesir (9-11/12/2024). Dua tema besar yang diangkat dalam seminar dan pengabdian internasional tersebut. Pertama adalah prospek karir Mahasiswa Al Azhar di Indonesia, dan kedua adalah penguatan kapasistas penulisan karya tulis ilmiah. Dua tema inimenurut Imam Naufal selaku Gubernur KM-NTB periode tahun 2024 merupakan tema yang sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi riil mahasiswa Indonesia di Mesir saat ini, terutama bagi mereka yang sudah berada pada tingkat akhir di Al Azhar maupun yang saat inisedang menempuh studi Magister (S2) dan Doktoral (S3).
Prospek karir di Indoneisa bagi para mahasiswa Al-Azhar di tingkat akhir menjadi sangat urgentdiketahui karena selama ini, hal tersebut menjadi momok yang cukup mengkhawatirkan. Tidak sedikit dari mahasiswa Indonesia yang saat ini menempuh studi di Mesir, merasa takut dan khawatir ketika menjelang waktu untuk kembali ke Indonesia telah datang. Beberapa yang merasa khawatir karena tidak siap dengan berbagai tuntutan moril dari masyarakat yang membayangi mereka, namun banyak juga yang cemas karena tidak memiliki gamabaran yang jelas tentang prospek karir mereka di Indonesia.
Demikian halnya dengan tema yang kedua, yaitu tentang penguatan kapasitas penulisan karyatulis ilmiah. Lumrah diketahui bahwa para mahasiswa jenjang S1 di Al Azhar tidak dibekalidengan pengalaman teoritis maupun praktis tentang tata cara penulisan karya tulis ilmiah. Sehingga tidak sedikit dari Mahasiswa yang telah menamatkan studinya pada jenjang S1 di Al Azhar merasa kesulitan ketika dihadapkan pada tuntutan untuk menulis karya tulis ilmiah, baikketika mereka melanjutkan studi ke jenjang S2 di Al Azhar maupun pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Kehadiran para akademisi Guru Besar dari UIN Mataram memberikan banyak insight baru bagi para mahasiswa Indonesia di Mesir terutama terkait dengan dua tema tersebut. Prof. Adi Fadli memberikan support kepada para Mahasiswa untuk merencanakan sebaik-baiknyaperjalanan karir dan akademik masing-masing, agar bisa meraih sukses yang diimpikan. Senada dengan itu Prof. Maimun memberikan dorongan motivasi kepada para mahasiswa untuk segeramenyelesaikan studinya secepat mungkin. Sebab menyelesaikan studi tepat waktu tidak akan adaruginya. Beliau menambahkan bahwa keterampilan menulis karya tulis ilmiah yang baik harusditopang dengan latihan yang terus menerus. Perlu konsistensi untuk terus meng-update dan meng-upgrade kemampuan diri. “Antum sudah memiliki konten atau isinya, selanjutnya yang harus dilakukan adalah secara istiqomah mengasah keterampilan metodologis untukmenghasilkan karya tulis yang baik” tambah Prof. Dr. Lalu Supriadi.

Pengabdian internasional UIN Mataram yang berlangsung di Aula Utama KM-NTB daerahHayye al-Sabee Madinah Nashr Cairo tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 Mahasiswa yang notabene sedang menempuh studi tingkat akhir maupun S2 dan S3 di Universitas Al Azhar. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam, mulai pukul 14.00-16.00 CLT. Para mahasiswa sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini dan berharap kegiatan tersebut bisadiselenggarakan secara berkesinambungan, terutama untuk pelatihan penulisan karya tulis ilmiahbagi para mahasiswa tingkat akhir maupun jenjang S2 dan S3. “Kami siap untuk menulis, dan berharap para Profesor untuk berkenan menjadi reviewer dari tulisan-tulisan kami nantinya”, tutur Nurlaili Sufiana mahasiswi S2 Universitas Al Azhar memberikan respon terhadap apa yang disampaikan oleh para Guru Besar UIN Mataram. Kegiatan pengabdian internasional ini ditutupdengan pemberian cenderamata khas UIN Mataram kepada Mahasiswa yang diwakili Naufal selaku Gubernur KM-NTB. Sebaliknya, dari pihak KM-NTB memberikan sertifikat penghargaankepada para Narasumber atas perkenan dan kesediaan Beliau untuk berbagi kepada keluargabesar Mahasiswa Indonesia di Mesir.